"Proses ini penuh dengan kegelisahan, terutama menjaga agar cat tidak mengotori kain putih, namun ada momen-momen bahagia yang sesekali muncul di tengah perjalanan ini," ungkap Jeffrey.
Baca Juga: Nike Rilis Ulang Kaus Portugal Tahun 2004
Desain ini menggunakan kaos putih sebagai dasar, dihiasi mawar emas yang membentuk pola garis vertikal.
Lambang tim nasional Inggris terletak di tengah dada, tepat di atas logo Umbro, sementara bagian belakang jersey dihiasi nomor punggung merah khas Hurst.
Pola mawar yang terputus di sekitar nomor dan logo menambah kesan eksklusif pada jersey tersebut.
Baca Juga: Menpora Dito dan KONI Pusat Apresiasi Triwatty Melakukan Transformasi Pordasi
Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai kostum sepak bola, tetapi juga sebuah karya seni yang merayakan sejarah, keindahan, dan nilai estetika.
Melalui karyanya, Jeffrey membuktikan bahwa jersey sepak bola bisa menjadi medium ekspresi artistik yang mampu menarik perhatian baik dari penggemar olahraga maupun pecinta seni.
Dengan karya ini, Christian Jeffrey sekali lagi menunjukkan bahwa seni bisa hidup berdampingan dengan dunia olahraga.
Baca Juga: Indonesia vs Arab Saudi: Adu Strategi Shin Tae-yong vs Herve Renard, Siapa yang Bakal Menang di GBK?
Jersey ini tidak hanya mengingatkan pada momen bersejarah kemenangan Inggris di Piala Dunia 1966, tetapi juga menyematkan elemen seni modern yang memberi penghormatan pada budaya Inggris.***