SportlinkNews - Mamelodi Sundowns FC, tim Afrika Selatan tersingkir dari Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 setelah bermain imbang tanpa gol dengan Fluminense FC di Stadion Hard Rock Miami.
Meski tersingkir, Sundowns terlihat sangat bangga dengan penampilan mereka di panggung Piala Dunia.
Pada fase grup, Mamelodi Sundowns mencatat kemenangan 1-0 atas Ulsan HD diikuti dengan kekalahan 4-3 dari raksasa Jerman, Borussia Dortmund.
Baca Juga: Empat Klub Brasil Melawan Kuatnya Dominasi Klub Eropa di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
"Saya pikir kami bermain bagus dalam tiga pertandingan itu, tetapi kami jelas sedikit kecewa juga karena kami tidak mendapatkan hasil."
"Namun saya bangga untuk para pemain. Kami berjuang sampai akhir," kata penyerang Sundowns, Iqraam Rayners.
"Saya pikir (Fluminense) bermain maksimal di babak pertama untuk mencetak setidaknya satu gol," lanjutnya.
Baca Juga: Rizky Dwi Febrianto Resmi Berseragam Bali United FC Mulai Liga 1 2025/26
"Kami mengatur permainan dengan baik dan saya pikir kami memiliki peluang untuk mencetak gol. Namun sayangnya itu tidak terjadi," ungkap Iqraam.
Yang mungkin akan paling lama dikenang adalah pertandingan antara klub yang dijuluki 'The Brazilians' melawan salah satu klub paling bersejarah dari Brasil.
Sundowns mendapatkan julukan ikonik itu lantaran seragam kuning dan biru khas mereka, yang mencerminkan seragam Selecao, serta bakat dan gairah mereka dalam bermain.
Meski Sundowns tersingkir dari Piala Dunia Antarklub, para pemain merayakan dengan menari di lapangan seusai pertandingan.
Hal itu menunjukkan semangat gembira yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti Piala Dunia Antarklub di AS.
Artikel Terkait
Kembangkan Bakat Remaja, Kampanye Next Gen Draft Dimulai di Afrika Selatan Diikuti 200 Peserta
Kerja Keras Dortmund Jegal Mamelodi Sundowns, Niko Kovac: Saya Berkeringat Seperti Baru Keluar dari Sauna
Hasil Piala Dunia Antarklub: Dortmund Memuncaki Grup Setelah Menyingkirkan Ulsan
Dortmund dan Fluminense Lengkapi 12 Tim di 16 Besar, Svensson: Kami Semakin Percaya Diri