SportlinkNews - Gennaro Gattuso lebih suka pelajaran sepak bola dari awal hingga akhir dari Norwegia ketimbang Italia yang tampak runtuh.
"Ini mengkhawatirkan, saya munafik jika mengatakan sebaliknya," kata Gennaro Gattuso usai Italia digebuk Norwegia 1-4 di San Siro, Minggu 16 November 2025.
Azzurri tahu betul bahwa meraih posisi pertama itu mustahil, karena mereka membutuhkan hasil 9-0 untuk membalikkan keunggulan selisih gol besar yang diraih Norwegia di Grup I.
Baca Juga: Italia 1-4 Norwegia: Erling Haaland Tenggelamkan Italia di San Siro
Meskipun demikian, mereka berharap dapat membalas dendam atas kekalahan 3-0 di bulan Juni dan memasuki babak play-off dengan percaya diri setelah meraih kemenangan beruntun.
Inilah mengapa menyia-nyiakan gol pembuka Francesco Pio Esposito yang berakhir dengan kekalahan 4-1 di San Siro sangat menyakitkan, kekalahan pertama Gattuso dalam kariernya bersama Italia.
Ketika ia melangkah ke konferensi pers, pertanyaan pertama yang muncul adalah bagaimana Norwegia bisa bergerak dua kali lebih cepat di babak kedua?
"Saya rasa itu bukan masalah fisik, karena setelah jeda dalam 30 detik kami memberi mereka peluang, lalu mundur dan mereka mulai mengambil kendali," jawab sang pelatih.
Baca Juga: Italia Susah Payah Kalahkan Moldova , Gattuso Tidak Terima Hinaan Suporter
"Lalu Anda mulai berlari dengan cara yang berbeda, kami bermain sesuai kekuatan mereka dan mereka berhasil mengalahkan kami. Itu bukan masalah kebugaran," lanjut Gattuso.
Ia menilai mungkin mental pemainnya berantakan setelah babak pertama yang begitu kuat bahkan lebih mengkhawatirkan.
"Kami meminta maaf kepada para penggemar dan bertanggung jawab. Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi saya hari ini, kami melawan tim yang kuat dan kemenangan bisa meningkatkan mentalitas kami untuk melangkah lebih jauh. Kami gagal," pungkasnya.
Gattuso mengakui kerapuhan ini merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan ke depannya, karena Italia berisiko kehilangan Piala Dunia ketiga berturut-turut.
“Ini mengkhawatirkan, saya akan munafik jika mengatakan sebaliknya. Sekarang kita tidak akan bertemu lagi selama tiga bulan, bukan berarti butuh waktu lama untuk menyadari bahwa kita telah diberi pelajaran hari ini," ungkap Gattuso.
Artikel Terkait
Gattuso dan Buffon Kirim Pesan Jelas kepada Para Pemain Italia di Tengah Permintaan Arsenal yang Diabaikan
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Italia Hampir Mustahil Lolos Otomatis Setelah Norwegia 4-1 Estonia
Cahya Supriadi Janji Berbenah Usai Timnas U-22 Indonesia Kebobolan 3 Gol dari Mali
Tolak Hotel Berbintang, Luciano Spalletti Lebih Memilih Tinggal di Tempat Latihan Juventus
Manchester City Women Luncurkan Koleksi Love This City Hasil Rancangan AFTA Studios
Valentino Rossi Berharap Bisa Balapan di Kelas Hypercar WEC Musim Depan
Albania 0-2 Inggris: Harry Kane Terbang dari Wembley Ke Kuil Pele