SportlinkNews - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada akan menampilkan 48 negara, naik dari format sebelumnya, 32 tim.
Bulan lalu, Tanjung Verde — yang berpenduduk 525.000 jiwa menjadikannya negara terkecil kedua berdasarkan populasi yang pernah lolos — bergabung dengan Yordania dan Uzbekistan sebagai peserta pertama.
Meskipun turnamen yang diperluas menggandakan jumlah negara peserta dari edisi yang diselenggarakan AS pada tahun 1994, delapan dari 10 negara terpadat belum lolos. Termasuk negara terpadat di Afrika, Nigeria, yang dikalahkan di babak play-off oleh Republik Demokratik Kongo.
Baca Juga: Indra Sjafri Sebut 80 Persen Starter Timnas U-22 Indonesia Kontra Mali Masuk Skuad SEA Games 2025
Media Amerika Serikat, The Athletic mengkaji mengapa banyak negara terpadat tidak akan diwakili di ajang olahraga utama dunia ini.
Dalam artikel mereka yang berjudul "Piala Dunia 2026: Mengapa Banyak Negara Terbesar Gagal Lolos?" mengungkapkan bahwa meskipun terdapat beberapa negara kecil seperti Cape Verde yang memiliki populasi 525 ribu dan berhasil lolos, terdapat pula negara-negara besar yang gagal.
Sorotan besar tertuju kepada Indonesia sebagai "bangsa besar" yang memiliki sejarah yang minim dalam dunia sepak bola.
Baca Juga: Albania 0-2 Inggris: Harry Kane Terbang dari Wembley Ke Kuil Pele
Meski sepak bola adalah olahraga nomor satu di Indonesia, Timnas Indonesia justru belum pernah merasakan tampil di ajang tersebut sebagai bangsa yang merdeka.
"Sepak bola adalah olahraga terpopuler di Indonesia, namun penampilan mereka di Piala Dunia hanya tercatat satu kali pada tahun 1938 saat masih dikenal sebagai Hindia Belanda," tulis The Athletic.
The Athletic juga mengkritik sistem pembinaan sepak bola usia dini yang dinilai kurang. Indonesia dianggap kesulitan dalam menghasilkan pesepak bola berkualitas tinggi, yang disebabkan oleh kurangnya infrastruktur yang memadai.
Baca Juga: Italia 1-4 Norwegia: Erling Haaland Tenggelamkan Italia di San Siro
"Negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia ini kesulitan menghasilkan pemain sepak bola papan atas karena kurangnya infrastruktur, tetapi mereka baru-baru ini mulai mengandalkan diaspora negara tersebut, yang sebagian besar berbasis di Belanda, untuk meningkatkan peruntungan mereka." Lanjut The Athletic.
"Indonesia belum mencapai Piala Dunia sebagai negara merdeka, tetapi tidak melakukannya kini dianggap di bawah standar," tutupnya.
Artikel Terkait
Pengakuan Jujur Gattuso, Keruntuhan Italia Mengkhawatirkan
Portugal Banding ke FIFA atas Larangan Ronaldo di Piala Dunia 2026
Tanpa Ronaldo, Portugal Raih Tiket ke Putaran Final Piala Dunia dengan Skor Telak
Terungkap Alasan di Balik Penghapusan Nama Santiago pada Stadion Real Madrid
Daftar 32 Tim yang Lolos ke Piala Dunia 2026, Tersisa 16 Tiket