SportlinkNews - Raphinha kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Barcelona atas Real Madrid di final Piala Super Spanyol.
Dua gol yang ia cetak dalam laga dramatis tersebut bukan sekadar penentu hasil, melainkan simbol kebangkitan seorang pemain yang sempat berada di persimpangan jalan kariernya di Camp Nou.
Sedikit yang tahu bahwa winger asal Brasil itu nyaris angkat kaki dari Barcelona sebelum musim 2024/2025 dimulai.
Baca Juga: Moritz Wagner Kembali ke Lapangan, Magic Bersiap ke Berlin dan London
Ketidakpastian peran, persaingan di posisi sayap, serta wacana kedatangan pemain baru sempat membuat masa depannya terlihat abu-abu. Namun, kedatangan Hansi Flick mengubah segalanya.
Pelatih asal Jerman itu melihat potensi yang berbeda dari Raphinha. Alih-alih menempatkannya sebagai pelapis, Flick justru menjadikannya bagian penting dalam proyek baru Barcelona.
Kepercayaan tersebut menjadi titik balik yang menghidupkan kembali kepercayaan diri sang pemain.
Baca Juga: Bruno Fernandes Muak dengan Manchester United, Segera Cabut dari Old Trafford
"Dia membuat saya merasa dibutuhkan," ungkap Raphinha usai mengangkat trofi Super Spanyol.
Bagi pemain berusia 29 tahun itu, komunikasi sederhana dari Flick, bahwa dirinya akan memiliki peran penting, menjadi dorongan besar untuk bertahan dan berjuang.
Performa Raphinha di El Clasico memperlihatkan bagaimana perubahan mentalitas berdampak langsung di lapangan.
Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Gilas Persijap, Lilipaly Turut Sumbang Gol
Ia membuka keunggulan Barcelona dan kemudian mencetak gol penentu kemenangan, menunjukkan ketenangan serta determinasi yang sempat diragukan pada musim-musim sebelumnya.
Transformasi ini terasa kontras jika menilik dua musim awalnya di Spanyol. Sejak didatangkan dari Leeds United pada 2022, Raphinha kerap tampil inkonsisten.
Kilasan kualitas memang muncul, tetapi ia tak pernah benar-benar menjadi poros permainan. Situasi makin sulit ketika Lamine Yamal mulai bersinar di sektor sayap kanan, posisi favorit Raphinha.
Baca Juga: Ronaldo Secara Tak Terduga Mengubah Rencana Pernikahan
Cedera juga sempat menghambat momentumnya. Masalah otot paha membuatnya menepi hampir dua bulan, periode di mana Barcelona kehilangan stabilitas dan menelan sejumlah hasil negatif.
Ketidakhadiran Raphinha kala itu memperlihatkan betapa penting perannya, bukan hanya dalam menyerang, tetapi juga dalam menjaga intensitas tekanan tinggi yang menjadi ciri permainan Flick.
Statistik pun berbicara lantang. Barcelona belum pernah kalah dalam laga yang dimulai Raphinha sebagai starter musim ini. Catatan tersebut memperkuat statusnya sebagai elemen kunci dalam sistem permainan Blaugrana.
Baca Juga: Antonio Conte Ngamuk Mendapat Kartu Merah, Berteriak di Hadapan Wasit Keempat
Hansi Flick sendiri menilai kontribusi Raphinha jauh melampaui gol dan assist. Ia memuji mentalitas serta energi yang ditularkan sang pemain kepada rekan-rekannya.
"Dia memberi dinamika yang menular ke seluruh tim," ujar Flick. "Intensitasnya di lapangan adalah sesuatu yang kami butuhkan."
Artikel Terkait
Tiga Musim di Barcelona Raphinha Kini Semakin Terasah dan Diperhitungkan Lawan
Raphinha Catat 150 Penampilan Bareng Barcelona, Cetak 57 Gol dan 47 Assist
Barcelona 2-0 Osasuna: Brace Gol Raphinha Menjauhkan Diri dari Real Madrid
Barcelona Raih Penghargaan La Liga, Lamine Yamal, Raphinha, dan Hansi Flick Terpilih
Reaksi Setelah Gol Aneh Raphinha di Balik Kemenangan Piala Super Spanyol Barcelona