SportlinkNews - Momen kontroversial mewarnai leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025/26, antara Benfica dan Real Madrid ketika Nicolas Otamendi, memprovokasi Vinicius Junior dengan menunjukkan tato Piala Dunia di perutnya. Aksi ini langsung menjadi sorotan media dan menuai kritik dari legenda Belanda, Wesley Sneijder.
Pertandingan di Estadio da Luz, Rabu (18/2) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan tipis Real Madrid 1-0 berkat gol Vinicius pada menit ke-50. Hasil ini positif bagi Los Blancos, namun perhatian publik lebih tertuju pada interaksi unik antara dua pemain di penghujung waktu tambahan babak kedua.
Saat Benfica memperoleh tendangan sudut, Vinicius terlalu dekat mengawal Otamendi. Bek asal Argentina itu kemudian memamerkan tato di perutnya yang menampilkan Lionel Messi mencium trofi Piala Dunia 2022, seakan memberi pesan tersirat tentang bagaimana meraih gelar tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga: Ramadan di Lapangan Hijau, Ketika Iman Bertemu Performa
Vinicius terlihat menanggapi aksi itu dengan tawa. Hanya saja bagi Sneijder, tindakan tersebut tidak tepat dilakukan pada pemain yang sudah berpengalaman dan telah menjuarai banyak gelar Liga Champions.
"Anda melakukan itu saat sedang tertinggal 0-1? Anda pasti tidak waras, kah? Kalau saya jadi Vinicius, saya akan bilang: 'Hai, Piala Dunia itu, bukan Anda yang memenangkannya, Messi yang memenangkannya. Anda tidak ada hubungannya, Anda seharusnya berterima kasih karena Messi melakukannya untuk Anda,'" kata Sneijder di Ziggo Sport.
Sneijder menambahkan, tindakan Otamendi itu juga salah sasaran karena Vinicius bukan pemain sembarangan. Hal itu karena ia seorang yang berpengalaman di level klub Eropa.
Baca Juga: Gol Andrew Jung Belum Mampu Bawa Persib Singkirkan Ratchaburi FC
"Dan Anda mengatakan itu kepada seseorang yang entah sudah berapa kali menjuarai Liga Champions. Anda melakukannya kepada orang yang salah. Mungkin Anda bisa melakukannya kepada orang lain, tapi tidak kepada Vinícius," tambah Sneijder.
Insiden ini memperlihatkan rivalitas antarpemain terkadang hadir dalam bentuk provokasi psikologis. Bukan hanya persaingan skor dan teknik di lapangan.
Momen tersebut menambah catatan kontroversi dalam kemenangan Real Madrid di kandang Benfica. Sementara hasil 1-0 tetap menjadi fokus utama pertandingan, interaksi di luar teknis permainan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan kalangan penggemar sepak bola.
Baca Juga: Dugaan Ucapan Rasis yang Menimpa Vinicius Jr Masuk Meja UEFA
Bagi Vinicius, reaksi tertawa menunjukkan ketenangan mental menghadapi provokasi. Sementara bagi Otamendi, aksinya menunjukkan cara pemain mencoba memengaruhi lawan secara psikologis, meski hasilnya tidak mengubah skor.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa dalam pertandingan besar Eropa, tekanan di lapangan bukan hanya soal bola, tetapi juga strategi mental dan kemampuan menjaga fokus di tengah provokasi lawan.
Artikel Terkait
Jadwal Pertandingan Liga Champions Fase Gugur Diwarnai Laga Balas Dendam Benfica vs Real Madrid
Jelang Duel Benfica vs Real Madrid, Jose Maurinho: Madrid Sedang Terluka, dan Raja yang Terluka Itu Berbahaya
Benfica 0-1 Real Madrid: Vinicius Junior Cetak Gol Indah Sebelum Protes Tinggalkan Lapangan
Vinicius Jr Menuduh Lawannya Rasis Saat Pertandingan Benfica Vs Real Madrid
Terima Kartu Merah, Mourinho Klaim Wasit Berpihak ke Real Madrid