Sneijder Geram, Otamendi Pamer Tato Piala Dunia ke Vinicius Jr

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 18 Februari 2026 | 23:46 WIB
Otamendi dan Vinicus Jr pada laga play-off 16 besar Liga Champions 2025/26 antara Benfica kontra Real Madrid. (Getty Images)
Otamendi dan Vinicus Jr pada laga play-off 16 besar Liga Champions 2025/26 antara Benfica kontra Real Madrid. (Getty Images)

SportlinkNews - Momen kontroversial mewarnai leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025/26, antara Benfica dan Real Madrid ketika Nicolas Otamendi, memprovokasi Vinicius Junior dengan menunjukkan tato Piala Dunia di perutnya. Aksi ini langsung menjadi sorotan media dan menuai kritik dari legenda Belanda, Wesley Sneijder.

Pertandingan di Estadio da Luz, Rabu (18/2) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan tipis Real Madrid 1-0 berkat gol Vinicius pada menit ke-50. Hasil ini positif bagi Los Blancos, namun perhatian publik lebih tertuju pada interaksi unik antara dua pemain di penghujung waktu tambahan babak kedua.

Saat Benfica memperoleh tendangan sudut, Vinicius terlalu dekat mengawal Otamendi. Bek asal Argentina itu kemudian memamerkan tato di perutnya yang menampilkan Lionel Messi mencium trofi Piala Dunia 2022, seakan memberi pesan tersirat tentang bagaimana meraih gelar tertinggi sepak bola dunia.

Baca Juga: Ramadan di Lapangan Hijau, Ketika Iman Bertemu Performa

Vinicius terlihat menanggapi aksi itu dengan tawa. Hanya saja bagi Sneijder, tindakan tersebut tidak tepat dilakukan pada pemain yang sudah berpengalaman dan telah menjuarai banyak gelar Liga Champions.

"Anda melakukan itu saat sedang tertinggal 0-1? Anda pasti tidak waras, kah? Kalau saya jadi Vinicius, saya akan bilang: 'Hai, Piala Dunia itu, bukan Anda yang memenangkannya, Messi yang memenangkannya. Anda tidak ada hubungannya, Anda seharusnya berterima kasih karena Messi melakukannya untuk Anda,'" kata Sneijder di Ziggo Sport.

Sneijder menambahkan, tindakan Otamendi itu juga salah sasaran karena Vinicius bukan pemain sembarangan. Hal itu karena ia seorang yang berpengalaman di level klub Eropa.

Baca Juga: Gol Andrew Jung Belum Mampu Bawa Persib Singkirkan Ratchaburi FC

"Dan Anda mengatakan itu kepada seseorang yang entah sudah berapa kali menjuarai Liga Champions. Anda melakukannya kepada orang yang salah. Mungkin Anda bisa melakukannya kepada orang lain, tapi tidak kepada Vinícius," tambah Sneijder.

Insiden ini memperlihatkan rivalitas antarpemain terkadang hadir dalam bentuk provokasi psikologis. Bukan hanya persaingan skor dan teknik di lapangan.

Momen tersebut menambah catatan kontroversi dalam kemenangan Real Madrid di kandang Benfica. Sementara hasil 1-0 tetap menjadi fokus utama pertandingan, interaksi di luar teknis permainan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan kalangan penggemar sepak bola.

Baca Juga: Dugaan Ucapan Rasis yang Menimpa Vinicius Jr Masuk Meja UEFA

Bagi Vinicius, reaksi tertawa menunjukkan ketenangan mental menghadapi provokasi. Sementara bagi Otamendi, aksinya menunjukkan cara pemain mencoba memengaruhi lawan secara psikologis, meski hasilnya tidak mengubah skor.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa dalam pertandingan besar Eropa, tekanan di lapangan bukan hanya soal bola, tetapi juga strategi mental dan kemampuan menjaga fokus di tengah provokasi lawan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Ziggo Sport

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X