SportlinkNews - Timnas Inggris gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Uruguai dalam laga uji coba. Laga tersebut tuntas dengan skor 1-1 di Stadion Wembley pada Sabtu (28/3) dini hari WIB.
Di bawah komando pelatih Thomas Tuchel, skuad The Three Lions sebenarnya tampil sangat dominan dalam penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak dibarengi dengan efektivitas karena Inggris terlihat sangat minim dalam menciptakan peluang berbahaya.
Inggris sempat memimpin jalannya pertandingan berkat gol yang dicetak oleh bek Ben White. Gol tersebut lahir melalui skema tendangan sudut yang sempat memicu perdebatan hingga harus ditinjau ulang oleh VAR.
Baca Juga: Ducati Unjuk Kekuatan di COTA, Marc Marquez Kuasai Sesi Practice MotoGP Amerika
Sayangnya, keunggulan tipis tuan rumah tidak mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Di penghujung laga, Uruguai sukses menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti tenang yang dilepaskan oleh Federico Valverde.
Penampilan Inggris dalam laga ini seolah memberikan gambaran nyata mengenai filosofi permainan pragmatis yang diusung Tuchel. Pendekatan yang lebih mementingkan hasil daripada estetika ini pun mulai menuai beragam reaksi dari para pengamat.
Mantan penjaga gawang Inggris, Paul Robinson, turut memberikan analisis mendalam terkait arah permainan Harry Kane dan kawan-kawan. Ia menyarankan agar Inggris tidak ragu untuk meniru formula sukses Arsenal jika ingin berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Persita Maksimalkan Performa Tim di Sisa Pertandingan Super League 2025/26
Robinson menilai keberadaan pilar Arsenal seperti Bukayo Saka, Noni Madueke, Ben White, dan Declan Rice adalah sebuah keuntungan besar. Akan tetapi, potensi para pemain tersebut dalam mengeksekusi bola-bola mati dianggap belum dimaksimalkan secara optimal oleh Tuchel.
"Saya sejujurnya merasa bola mati bisa membantu Inggris menjuarai Piala Dunia," kata Robinson kepada BBC.
Robinson menegaskan dalam kompetisi level tinggi, hasil akhir jauh lebih penting daripada cara bermain. Efektivitas di depan gawang lawan menjadi kunci utama yang seringkali dilupakan oleh tim yang terlalu fokus pada penguasaan bola.
Baca Juga: Barca Rilis Racing, Koleksi Pakaian Bernuansa Motorsport dengan Pengaruh Gaya Era 2000-an
"Tidak peduli bagaimana Anda memenanginya. Ini soal apakah Anda menang atau tidak," ujarnya.
Robinson juga memprediksi laga-laga di fase gugur turnamen internasional biasanya berlangsung sangat ketat dan tertutup. Seringkali, sebuah momen kecil atau situasi bola mati menjadi satu-satunya pembeda yang menentukan nasib sebuah negara.
Artikel Terkait
Hadirkan Aroma Inggris dan Kanada, John Herdman Lengkapi Kabinet Pelatih Timnas Indonesia
Statistik Karier Mohamed Salah di Liverpool: Salah Satu Pemain Terbaik Liga Premier Mengakhiri Kariernya di Sepak Bola Inggris
Segini Harga Jersey Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, PM Sir Keir Starmer Dibuat Geram
Inggris 1 Uruguay 1: Ben White Dicemooh, dari Pahlawan Jadi Penjahat
Pelatih Inggris Thomas Tuchel Banyak Belajar dari Ujian Melawan Uruguay