SportlinkNews - Menurut The Athletic, FIFA berencana untuk mengubah aturan kartu kuning. Diperkirakan semua kartu kuning akan dihapuskan setelah babak penyisihan grup dan setelah perempat final Piala Dunia 2026.
Perubahan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko pemain absen dalam pertandingan babak gugur.
Menurut peraturan baru, kartu kuning pemain akan dihapus pada dua titik penting: setelah babak penyisihan grup dan setelah perempat final.
Baca Juga: All-Out! Indonesia Mainkan Kekuatan Terbaik di Laga Penentuan
Sebelumnya, peraturan lama biasanya hanya menghapus kartu setelah perempat final, sehingga banyak pemain berisiko absen dalam pertandingan penting karena akumulasi kartu dari babak penyisihan grup.
Namun, dengan format kompetisi baru, tim harus memainkan lebih banyak pertandingan untuk melaju ke final.
Mempertahankan sistem akumulasi kartu kuning lama akan menciptakan tekanan psikologis yang berlebihan dan menyebabkan pertandingan di mana pemain kunci absen karena pelanggaran yang relatif ringan.
Baca Juga: Absen di Tes Jerez, Fermin Aldeguer akan Menjalani Pemeriksaan Medis di Tulang Kakinya
Sebagai contoh, pemain yang menerima kartu kuning di babak penyisihan grup akan menghadapi tekanan untuk menghindari kartu kuning sepanjang sisa turnamen, sehingga mencegah mereka bermain dengan mentalitas untuk memberikan yang terbaik.
Jika proposal ini disetujui, kartu kuning pemain akan dihapus setelah babak penyisihan grup dan setelah perempat final.
Ini berarti seorang pemain hanya akan diskors karena akumulasi kartu jika mereka menerima dua kartu kuning dalam tiga pertandingan babak penyisihan grup, atau menerima dua kartu kuning dalam tiga babak gugur pertama sebelum semifinal (babak 16 besar, babak 8 besar, dan perempat final).
Baca Juga: 13 Gol Bukan Jaminan, Masa Depan Rashford di Barcelona Menunggu Keputusan Hansi Flick
Ini adalah perubahan signifikan, karena Piala Dunia 2026 akan memiliki total 104 pertandingan, jauh lebih banyak daripada turnamen sebelumnya.
Langkah ini dipandang sebagai cara FIFA untuk melindungi kualitas profesional turnamen.
Artikel Terkait
Kembali Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Janji Berikan Performa Terbaik
Beckham Putra Akui Persib di Bawah Tekanan Tinggi
Dua Kali Unggul, Timnas Hoki Putri Indonesia Tersingkir Dramatis di Semifinal
PSG 5 Bayern Muenchen 4: Hujan Gol Pecahkan Rekor Liga Champions
Penalti Kontroversial PSG vs Bayern Muenchen, Suporter hingga Alan Shearer Berkomentar