Sayangnya, bencana terjadi ketika mereka kehilangan pemain bintang Neymar karena cedera dan kapten Thiago Silva karena skorsing sebelum semifinal melawan Jerman.
Mimpi buruk dimulai pada menit ke-11, dan hanya dalam enam menit yang gila (dari menit ke-23 hingga ke-29), Jerman mencetak empat gol secara beruntun. Apa yang terjadi membuat semua penggemar Brasil terdiam.
Hasil 1-7 adalah kekalahan terberat bagi Selecao sejak 1920, yang dijuluki oleh warga Brasil sebagai "Tragedi Mineirao." "Ini adalah noda dan penghinaan nasional yang tak terlupakan," komentar surat kabar A Bola.
Baca Juga: Lukaku Kesal dengan Media Italia yang Lebay
Belanda 5-1 Spanyol (Piala Dunia 2014)
Juga di Piala Dunia 2014, pertandingan pembuka Grup B adalah pertandingan ulang final 2010 antara juara dunia bertahan Spanyol dan runner-up Belanda. Ketika Xabi Alonso mencetak gol pembuka dari titik penalti untuk Spanyol, semuanya tampak berjalan sesuai dengan jalur dominasi Spanyol.
Namun titik balik terjadi pada menit ke-44 dengan sundulan ikonik Robin van Persie dari jarak 15 meter, membuat kiper Iker Casillas tertegun.
Di babak kedua, badai Oranye menyapu bersih sang juara dengan empat gol lagi, menciptakan kekalahan terberat dalam sejarah bagi juara bertahan Piala Dunia.
Baca Juga: Tyson Fury Seminggu 2 Kali Tanding Setelah Duel dengan Joshua
Korea Selatan 2-0 Jerman (Piala Dunia 2018)
Kutukan sang juara kembali menyerang di Rusia pada tahun 2018, dan kali ini korbannya adalah tim nasional Jerman.
Memasuki pertandingan terakhir babak penyisihan grup, Jerman perlu mengalahkan Korea Selatan, tim yang sudah hampir tersingkir, untuk mengamankan kualifikasi. Pertandingan berlarut-larut hingga waktu tambahan dengan hasil imbang 0-0, yang sangat membuat frustrasi para pemain Jerman.
Pada menit ke-90+2, Kim Young-gwon mencetak gol ke gawang Manuel Neuer dari tendangan sudut. Dengan tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, kiper Neuer maju untuk bergabung dalam serangan, menciptakan peluang bagi Son Heung-min untuk berlari ke gawang kosong pada menit ke-90+6, mengamankan kemenangan 2-0.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Seperti Karakter Mr. T Memukau dengan Perhiasan Senilai Rp 1,4 Miliar
Arab Saudi 2-1 Argentina (Piala Dunia 2022)
Argentina bertandang ke Qatar dengan rekor tak terkalahkan dalam 36 pertandingan dan merupakan kandidat kuat untuk gelar juara.
Semuanya tampak berjalan sesuai rencana ketika Lionel Messi membuka skor dari titik penalti pada menit ke-10. Argentina kemudian memiliki tiga gol lagi yang dianulir karena offside di babak pertama.
Namun, babak kedua adalah cerita yang sama sekali berbeda. Pada menit ke-48, Saleh Al-Shehri mencetak gol peny equalizer yang spektakuler, membuat skor menjadi 1-1.
Artikel Terkait
Berapa Banyak Trofi Eropa yang Telah Diraih Klub-Klub Inggris?
Piala Dunia 2026: Belanda Rilis 26 Pemain Pilihan Koeman, Ada Anak Patrick Kluivert
Final Liga Champions PSG Vs Arsenal, Simak Data Menarik Ini
Crystal Palace Juara Conference League, Glasner Pensiun dengan Gaya Gemilang
Pelatih Argentina Bawa Kabar Terbaru Tentang Cedera Messi