Samir Nasri Sebut Strategi Arsenal Picu Keputusan Wasit Merugikan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 31 Mei 2026 | 21:41 WIB
Arsenal gagal jadi juara Liga Champions 2025/26 usai dikalahkan PSG lewat adu penalti. (AFP)
Arsenal gagal jadi juara Liga Champions 2025/26 usai dikalahkan PSG lewat adu penalti. (AFP)

SportlinkNews - Eks Arsenal, Samir Nasri, membeberkan analisis mendalam mengenai faktor nonteknis yang melatarbelakangi kekalahan mantan klubnya dari Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions. Pria asal Prancis tersebut menilai The Gunners secara tidak langsung telah memancing ketegasan pengadil lapangan akibat taktik yang diterapkan sendiri.

Pertandingan puncak yang dihelat di Puskas Arena, Sabtu (30/5) malam WIB tersebut, sedari awal memang berjalan dengan tensi tinggi dan diwarnai drama taktis yang luar biasa dari kedua klub. Arsenal sejatinya sempat memimpin berkat gol kilat yang dilesakkan oleh Kai Havertz, pada menit kelima.

Setelah berhasil mengamankan keunggulan tersebut, Arsenal merespons dengan mempertebal tembok pertahanan demi meredam agresivitas serangan bertubi-tubi yang dilancarkan kubu Les Parisiens. Skema defensif tersebut pada awalnya dinilai sangat solid karena berhasil membuat lini depan PSG frustrasi sepanjang babak pertama.

Baca Juga: Menang di Asia, Atlet Selancar Indonesia Dhea Natasya Siap Tembus Kejuaraan Dunia World Longboard Tour 2026/27

Namun, Nasri menggarisbawahi bahwa efektivitas strategi tersebut harus dibayar mahal oleh aksi mengulur waktu yang terlalu kentara dari para pemain Arsenal sebelum turun minum. Tindakan pragmatis tersebut dianggap telah memberikan impresi buruk dan memicu respons psikologis yang negatif dari sang wasit utama.

Memasuki paruh kedua pertandingan, perubahan drastis dalam cara pandang pengadil lapangan mulai terasa sangat merugikan bagi Arsenal. Wasit dinilai menjadi jauh lebih sensitif dan kerap meniup peluit untuk setiap kontak fisik minimal yang melibatkan pemain Arsenal.

"Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup pelanggaran yang merugikan Arsenal. Dia menghukum mereka karena membuang-buang waktu pada babak pertama," kata Nasri kepada Canal+.

Baca Juga: PSG Kicep, Real Madrid Masih Jadi Juara Liga Champions Back to Back Sepanjang Masa

Opini tajam dari Nasri seketika mencuat ke permukaan pascapertandingan yang akhirnya dimenangi oleh kubu PSG melalui babak tos-tosan. Sorotan publik sepak bola Eropa kian menajam menyusul terjadinya sebuah insiden krusial di dalam area terlarang pada babak perpanjangan waktu.

Winger lincah Arsenal, Noni Madueke, terjatuh di kotak penalti setelah berduel fisik secara dengan bek sayap kiri PSG, Nuno Mendes. Kendati seluruh elemen bangku cadangan Arsenal melakukan protes keras demi menuntut hadiah penalti, wasit utama maupun petugas VAR memilih untuk mengabaikan momen tersebut.

Meskipun menyadari adanya ketidakberuntungan yang menimpa Arsenal akibat ketegasan wasit, Nasri enggan mengategorikan keputusan tidak memberikan penalti itu sebagai sebuah kecurangan yang fatal. Baginya, situasi benturan fisik di area sensitif tersebut masih berada dalam batas toleransi yang sepenuhnya menjadi hak prerogatif seorang pemimpin laga.

Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru

"Kalau dia memberikan penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Tapi fakta bahwa dia tidak meniup penalti juga bukan sebuah skandal," ujarnya.

Terlepas dari perdebatan mengenai kinerja wasit yang dinilai kontroversial, Nasri secara jantan melayangkan pujian setinggi langit kepada arsitek strategi PSG, Luis Enrique. Pria berkebangsaan Spanyol tersebut dianggap sukses mempertontonkan kelasnya sebagai salah satu pelatih elite di panggung sepak bola modern global saat ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Canal+

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X