Aksi Kocak Luis Enrique Tiru Selebrasi Ikonik Khvicha Kvaratskhelia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 31 Mei 2026 | 22:07 WIB
Luis Enrique luapkan kegembiraannya setelah PSG menang di final Liga Champions 2025/26. (UEFA)
Luis Enrique luapkan kegembiraannya setelah PSG menang di final Liga Champions 2025/26. (UEFA)

SportlinkNews - Suasana kemeriahan pesta juara Paris Saint-Germain (PSG) setelah berhasil memenangi laga final Liga Champions tidak hanya menyisakan derai air mata kebahagiaan dan selebrasi formal di atas podium. Sebuah momen jenaka yang tertangkap kamera justru terjadi di atas lapangan dan melibatkan hubungan akrab antara pelatih, Luis Enrique, dengan penyerang sayap, Khvicha Kvaratskhelia.

Kejadian menggelitik tersebut bermula ketika satu per satu penggawa PSG mendapat giliran untuk melakukan sesi dokumentasi pribadi bersama trofi Si Kuping Besar. Saat tiba waktunya bagi Kvaratskhelia untuk diabadikan oleh fotografer resmi, pemain internasional Georgia tersebut secara spontan memperagakan gaya selebrasi ikonik yang menjadi ciri khasnya.

Mantan bintang Napoli tersebut tampak menyilangkan jari-jarinya hingga membentuk formasi huruf "K" sembari mengarahkan telunjuknya tepat ke bagian urat nadi pergelangan tangan kiri. Gerakan tubuh yang sarat makna personal tersebut memang sudah sangat melekat pada sosok Kvaratskhelia dalam mengarungi kompetisi beberapa musim terakhir.

Baca Juga: Menang di Asia, Atlet Selancar Indonesia Dhea Natasya Siap Tembus Kejuaraan Dunia World Longboard Tour 2026/27

Dengan menempatkan trofi paling bergengsi antarklub Eropa itu tepat di hadapannya, Kvaratskhelia berdiri dengan penuh wibawa dan rasa bangga yang membuncah. Ia tampak sangat berkonsentrasi penuh demi mendapatkan hasil jepretan foto terbaik guna mengabadikan pencapaian tertinggi dalam karier sepak bola profesionalnya.

Namun, fokus lensa kamera para jurnalis di sisi lapangan seketika terpecah dan justru beralih menyoroti aktivitas figur lain yang berada persis di belakang Kvaratskhelia. Sosok Enrique yang tengah bersukacita merayakan atmosfer kemenangan besar tersebut mendadak tertangkap kamera tertawa terpingkal-pingkal setelah menyaksikan gestur serius dari anak asuhnya.

Pelatih kawakan berkebangsaan Spanyol itu kemudian secara spontan mencoba mereplika gerakan tangan dan gaya berpose unik yang sedang diperagakan Kvaratskhelia. Sembari terbahak bersama jajaran staf kepelatihan dan beberapa pemain cadangan di area tersebut, Enrique meniru gerakan itu lengkap dengan mimik wajah yang dipenuhi candaan.

Baca Juga: PSG Kicep, Real Madrid Masih Jadi Juara Liga Champions Back to Back Sepanjang Masa

Potret kebersamaan yang cair dan penuh kehangatan emosional itu pun langsung viral secara cepat setelah banyak diunggah ulang oleh para netizen di berbagai platform media sosial. Keberadaan video pendek tersebut menjadi buah bibir yang menarik bagi para pencinta sepak bola global sesaat setelah peluit panjang pertandingan final dibunyikan.

Insiden kecil yang mengundang tawa ini secara tidak langsung merefleksikan betapa harmonisnya hubungan internal yang saat ini tengah menyelimuti kubu Les Parisiens. Setelah melewati serangkaian tekanan mental yang luar biasa berat demi mempertahankan mahkota juara Eropa, seluruh elemen klub kini tampak sangat rileks menikmati setiap detik momentum perayaan.

Pemandangan kontras yang tersaji di area pemotretan tersebut menciptakan sebuah anomali visual yang sangat menarik untuk disaksikan oleh publik yang memadati area stadion. Di sektor depan kamera, Kvaratskhelia tetap berupaya menjaga ekspresi wajahnya agar terlihat garang dan berwibawa di samping trofi legendaris setinggi 74 sentimeter tersebut.

Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru

Sementara itu, tepat beberapa meter di belakang garis sorot kamera utama, Enrique beserta kelompok pemain lainnya justru terus larut dalam canda tawa yang sangat renyah. Suasana keakraban tanpa sekat formalitas antara pelatih dan pemain ini menjadi bukti sahih betapa sehatnya kondisi ruang ganti sang juara bertahan.

Keberhasilan mempertahankan takhta tertinggi di benua biru ini sekaligus makin menumpuk dominasi mutlak yang coba dibangun oleh PSG dalam peta persaingan sepak bola modern. Manajemen klub dinilai sangat sukses dalam membangun fondasi tim yang tidak hanya tangguh secara taktis di lapangan, tetapi juga memiliki ikatan kekeluargaan yang kokoh.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X