SportlinkNews - Brasil melakukan pemanasan sempurna menjelang Piala Dunia 2026. Tim Samba menghancurkan Panama 6-2 dalam pertandingan persahabatan.
Di hadapan lebih dari 70.000 penggemar yang memenuhi stadion Maracana, tim asuhan pelatih Carlo Ancelotti menampilkan permainan menyerang yang spektakuler.
Kemenangan telak ini meningkatkan moral para penari Samba, memberi mereka kepercayaan diri yang besar sebelum secara resmi memulai perjalanan mereka untuk menaklukkan trofi Piala Dunia.
Baca Juga: Fikri Tak Menyerah, Indonesia Open 2026 Jadi Kesempatan Akhiri Kutukan Final
Pertandingan pagi ini melawan Panama merupakan kesempatan bagus bagi pelatih Carlo Ancelotti untuk menilai skuadnya.
Strategi asal Italia itu melakukan 10 pergantian pemain di babak kedua. Hampir semua pemain dalam skuad Brasil saat ini diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman.
Bek tengah Leo Pereira adalah satu-satunya pemain yang bermain sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Mulai Piala AFF U-19 dengan Kemenangan Telak Lawan Myanmar
Kekuatan tim tuan rumah terlihat jelas sejak menit pertama ketika Casemiro melakukan intersepsi yang tepat, merebut bola, dan mengopernya kepada Vinicius Junior, yang melepaskan tembakan keras dari jarak 23 meter ke gawang.
Setelah Panama secara tak terduga menyamakan kedudukan pada menit ke-12 melalui tendangan bebas Murillo yang membentur tembok, Brasil dengan cepat kembali unggul pada menit ke-38.
Vinicius terus bersinar dengan dribel terampil melewati dua bek sebelum memberikan umpan silang tepat untuk Casemiro yang menyundul bola dari jarak dekat.
Baca Juga: Gempar! Sepak Bola Indonesia Tekuk Brasil Lewat Adu Penalti untuk Mencapai Final Piala Dunia
Di babak kedua, Brasil, dengan 10 perubahan susunan pemain, mempertahankan tekanan tanpa henti dan dengan mudah menciptakan pesta gol melawan Panama.
Pada menit ke-53, striker Rayan memanfaatkan kesalahan pertahanan kiper lawan untuk mencetak gol dari luar kotak penalti. Lucas Paqueta kemudian mencetak gol setelah umpan satu-dua yang indah.
Artikel Terkait
Pelatih Brasil: Saya Merasa Kasihan pada Joao Pedro
Masuk Skuad Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Akui Sempat Takut Cedera Parah
Grup I Piala Dunia 2026: Empat Dekade Menunggu, Irak Datang Membawa Mimpi Baru
Herdman Fokus Perkuat Stabilitas Pertahanan Timnas
Kebahagiaan Terbesar Ronaldo di Usia 41 Tahun Menjelang Piala Dunia