Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Bangkit dari Keterpurukan, James dan Luis Diaz Siap Pimpin Los Cafeteros di Piala Dunia 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 10 Juni 2026 | 02:30 WIB
James Rodriguez dan Luis Diaz tampil gemilang saat Kolombia finis di posisi ketiga pada babak kualifikasi Amerika Selatan.
James Rodriguez dan Luis Diaz tampil gemilang saat Kolombia finis di posisi ketiga pada babak kualifikasi Amerika Selatan.

SportlinkNews - Empat tahun lalu, Kolombia hanya bisa menjadi penonton ketika pesta sepak bola dunia berlangsung di Qatar.

Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 menjadi pukulan besar bagi negara yang sebelumnya selalu diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan utama Amerika Selatan.

Namun, dari kekecewaan itu lahir sebuah kebangkitan. Kini, Los Cafeteros kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia dengan membawa harapan baru, generasi yang lebih matang, serta keyakinan bahwa mereka mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2026.

Kolombia datang ke Amerika Utara bukan sekadar untuk melengkapi daftar peserta.

Baca Juga: Indonesia Jaga Asa di AVC Cup 2026 Usai Kalahkan Hong Kong

Mereka hadir sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi kuda hitam turnamen setelah menunjukkan perkembangan pesat dalam dua tahun terakhir di bawah arahan pelatih Nestor Lorenzo.

Gagal lolos ke Qatar menjadi titik balik sepak bola Kolombia. Federasi sepak bola negara tersebut meluncurkan program pembinaan bertajuk Futbol con Futuro atau "Sepak Bola dengan Masa Depan" untuk mengembalikan daya saing tim nasional.

Langkah paling penting dilakukan pada Juli 2022 ketika Nestor Lorenzo ditunjuk sebagai pelatih kepala.

Sosok berusia 60 tahun itu bukan nama asing bagi sepak bola Kolombia. Ia pernah menjadi tangan kanan Jose Pekerman selama era keemasan Kolombia di Piala Dunia 2014 dan 2018.

Baca Juga: Hanya Sabar/Reza Bertahan, Dua Ganda Putra Indonesia Tersingkir

Pengalaman panjang sebagai asisten pelatih di tiga edisi Piala Dunia membuat Lorenzo memahami karakter permainan Kolombia.

Ia tidak mengubah identitas tim secara drastis, melainkan memperbaiki fondasi yang sempat rapuh setelah kepergian Pekerman.

Hasilnya terlihat sangat cepat. Kolombia menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di Amerika Selatan. Mereka sempat mencatatkan 28 pertandingan tanpa kekalahan, sebuah rekor nasional yang memperlihatkan stabilitas luar biasa.

Dalam periode tersebut, Los Cafeteros mampu mengalahkan sejumlah tim elite dunia seperti Brasil, Jerman, hingga Spanyol.

Baca Juga: Juara Bertahan Rachel/Febi Awali Misi Pertahankan Gelar dengan Kemenangan

Mereka juga berhasil melangkah ke final Copa America 2024 sebelum akhirnya kalah tipis dari Argentina melalui perpanjangan waktu.

Kisah Dua Bintang

Jika ada satu cerita yang paling menarik dari perjalanan Kolombia menuju Piala Dunia 2026, maka cerita itu adalah perpaduan antara pengalaman dan generasi baru.

Di satu sisi ada James Rodriguez, ikon sepak bola Kolombia yang mencuri perhatian dunia pada Piala Dunia 2014. Di sisi lain terdapat Luis Diaz, bintang yang kini menjadi wajah baru Los Cafeteros dan siap menjalani Piala Dunia pertamanya.

Meski berasal dari generasi berbeda, keduanya menjadi motor utama permainan Kolombia sepanjang kualifikasi.

Baca Juga: Sapu Bersih FIFA Matchday, Herdman Puji Mentalitas Baja Timnas Indonesia

Data menunjukkan kontribusi mereka sangat dominan. Dari total 28 gol yang dicetak Kolombia selama kualifikasi, sebanyak 17 gol lahir melalui gol atau assist dari James maupun Diaz.

Artinya, lebih dari 60 persen produktivitas tim berasal dari dua pemain tersebut.

Luis Diaz menjadi ancaman utama di lini depan berkat kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta naluri mencetak gol yang terus berkembang.

Pada usia emas seorang pesepak bola, pemain sayap itu diprediksi menjadi senjata utama Kolombia sepanjang turnamen.

Baca Juga: Debut SWRT Tampilkan Spirit Kompetitif di Kejurnas Sprint Rally 2026 Putaran 2

Sementara itu, James Rodriguez tetap menjadi otak permainan meski usianya sudah tidak muda lagi. Kemampuan membaca pertandingan, visi bermain, serta akurasi umpannya masih menjadi salah satu yang terbaik di Amerika Selatan.

Performa James bahkan menjadi salah satu alasan utama Kolombia mampu menembus final Copa America 2024. Ia tampil luar biasa sepanjang turnamen dan dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Meski tetap menjadi figur sentral, kondisi James Rodriguez menjelang Piala Dunia 2026 menimbulkan sedikit kekhawatiran.

Kapten Kolombia itu tidak banyak bermain di level klub sepanjang musim ini. Setelah bergabung dengan Minnesota United pada awal tahun, ia hanya memperoleh kesempatan bermain yang terbatas.

Baca Juga: Marc Marquez Kasih Peringatan Keras Lewat Kemenangan Mutlak di GP Hungaria

Kurangnya menit bermain membuat kebugaran dan ritme pertandingan James menjadi sorotan.

Situasi tersebut semakin mendapat perhatian setelah ia mengalami dehidrasi dalam laga internasional melawan Prancis dan sempat menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.

Namun Lorenzo tetap memberikan kepercayaan penuh kepada sang kapten.

Menurutnya, James kini memang tidak lagi mengandalkan mobilitas seperti satu dekade lalu. Sebaliknya, ia memainkan peran sebagai pengatur permainan yang lebih banyak menggunakan kecerdasan dan pengalaman.

Baca Juga: Jelang Bursa Transfer Pemain, CEO Manchester United Kasih Kode Keras Pemain yang akan Direkrut

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X