SportlinkNews - Tim nasional Inggris sukses menandai awal petualangan di Piala Dunia 2026 dengan hasil maksimal. Skuad Tiga Singa memetik poin penuh setelah menumbangkan Kroasia, dengan skor meyakinkan 4-2 di Dallas Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6) dini hari WIB.
Kemenangan mengesankan Inggris tersebut langsung menempatkan mereka di puncak klasemen sementara Grup L. Kendati meraih hasil positif, jalannya pertandingan perdana ini menyisakan sebuah catatan kontroversial yang memicu polemik di kalangan pencinta sepak bola.
Pertandingan baru berjalan 12 menit ketika Inggris mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran di area terlarang. Penyerang andalan Harry Kane yang maju sebagai eksekutor utama awalnya gagal menaklukkan ketangguhan penjaga gawang lawan, Dominik Livakovic.
Baca Juga: Persita Sapu Bersih Tim, 13 Pemainnya Dilepas Usai Selesai Masa Kontrak
Kiper andalan Kroasia tersebut sukses membaca arah bola dan menepis tembakan keras yang dilepaskan oleh sang kapten Inggris. Namun, kegembiraan kubu lawan langsung sirna setelah wasit utama meniup peluit untuk menganulir penyelamatan gemilang tersebut.
Sang pengadil lapangan menilai telah terjadi pelanggaran posisi yang membuat tendangan dari titik putih harus diulang kembali. Kesempatan kedua yang diberikan oleh wasit tidak disia-siakan oleh Kane untuk mencetak gol pembuka keunggulan bagi negaranya.
Berdasarkan hasil tinjauan teknologi Video Assistant Referee (VAR), keputusan pengulangan tersebut diambil karena dua alasan regulasi yang sangat jelas. Faktor pertama menunjukkan bahwa posisi berdiri Livakovic dianggap ilegal sebelum bola resmi ditendang oleh Kane.
Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Reza Arya Sambut Tantangan Baru di Persebaya
Kamera pengawas membuktikan kedua kaki penjaga gawang tersebut sudah maju dan berada sepenuhnya di luar garis gawang. Regulasi FIFA menegaskan seorang penjaga gawang wajib menempatkan minimal satu kakinya di atas garis sampai bola resmi disepak.
Kesalahan kedua yang menguatkan keputusan korps baju hitam adalah pelanggaran perbatasan wilayah oleh pemain bertahan skuad Kroasia. Bek Josko Gvardiol terbukti mencuri start dengan berlari masuk ke dalam kotak penalti.
Pemain belakang milik klub Manchester City tersebut kemudian langsung menyapu bola pantul yang baru saja ditepis oleh kipernya. Tindakan defensif yang terburu-buru itu dinilai melanggar Hukum 14 International Football Association Board (IFAB) tentang tata cara penalti.
Baca Juga: Saddil Ramdani Bicara Soal Peluang Persib di Ajang ASEAN Club Championship 2026/27
Drama penalti ini menjadi bahan perdebatan panjang karena teknik ancang-ancang yang digunakan oleh Kane dinilai tidak lazim. Penyerang utama Bayern Munich tersebut menggunakan metode lari tersendat-sendat atau stutter-step guna mengacaukan momentum antisipasi yang dimiliki oleh penjaga gawang.
Kane secara terbuka mengaku sengaja melakukan gerakan berjinjit dan mendadak berhenti di tengah jalan. Taktik psikologis itu diterapkan semata-mata untuk memancing reaksi refleks Livakovic agar bergerak lebih cepat meninggalkan garis gawangnya sebelum sepakan dilakukan.
Artikel Terkait
Preview Ceko vs Afrika Selatan: Duel Sengit akan Terjadi di Lini Tengah
Punya Statistik di Bawah Kane dan Mbappe, Haaland Enggan Disebut Striker Terbaik Dunia
Ogah Ladeni Kritik Publik, Kylian Mbappe Ingin Bawa Prancis Juara Piala Dunia 2026
Preview Meksiko vs Korea Selatan: El Tricolor Bakal Kesulitan Menghadapi Taeguk Warriors
Gegara Huruf V Habis, Adidas Tunda Pengiriman Jersei Jerman