SportlinkNews - Piala Presiden dipastikan akan memasuki babak baru mulai edisi 2027.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan, turnamen yang selama ini menjadi ajang pramusim antarklub akan mengalami perubahan format dan tidak lagi diperuntukkan bagi peserta Super League.
Perubahan tersebut dilakukan seiring hadirnya Piala Liga yang mulai bergulir pada Oktober 2026 sebagai kompetisi antarklub.
Baca Juga: FAW Tarik Dukungan, Gianni Infantino Terancam Kehilangan Kursi Presiden FIFA
Karena itu, PSSI ingin mengarahkan Piala Presiden menjadi turnamen yang lebih berkontribusi terhadap pengembangan Timnas Indonesia.
"Tahun depan Piala Presiden tidak lagi untuk klub. Kita akan coba bagaimana Piala Presiden ini dikembangkan untuk mendukung pengembangan tim nasional. Ini yang sedang kami kaji," kata Erick dalam jumpa pers seusai Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin, 3 Agustus.
Menurut Erick, Piala Presiden memiliki sejarah penting dalam perjalanan sepak bola nasional. Turnamen tersebut pertama kali digelar pada 2015 ketika Indonesia sedang menjalani sanksi FIFA sehingga kompetisi resmi tidak dapat diselenggarakan.
Baca Juga: Soroti Strategi Bisnis MotoGP, Bos Pramac Yamaha Dorong Fokus Peningkatan Pendapatan
Saat itu, Piala Presiden menjadi solusi agar klub-klub tetap memiliki wadah kompetitif di tengah vakumnya liga nasional.
"Piala Presiden lahir ketika Indonesia disanksi FIFA pada 2015. Turnamen itu dibuat agar klub-klub tetap memiliki kompetisi. Edisi pertama juga dibuka di Bali, dan sekarang edisi kedelapan kembali digelar di Bali," ujarnya.
Meski memastikan akan ada perubahan, Erick menegaskan konsep Piala Presiden 2027 masih dalam tahap pembahasan.
Baca Juga: Erick Thohir Tantang Timnas Putri Naik Level di ASEAN
PSSI, kata dia, membutuhkan waktu untuk menyusun format yang paling tepat agar turnamen tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pembinaan tim nasional.
"Kami masih membutuhkan waktu untuk melakukan kajian dan merumuskan format terbaik bagi Piala Presiden berikutnya," ucapnya.
Dalam dua edisi terakhir, Piala Presiden memang menghadirkan konsep yang lebih terbuka dengan mengundang klub-klub dari luar negeri.
Baca Juga: Bangkit! Timnas Voli Putri Indonesia Petik Kemenangan Perdana di SEA V Cup 2026
Pada edisi sebelumnya, turnamen diikuti Oxford United dari Inggris, Port FC dari Thailand, serta klub-klub Indonesia. Port FC akhirnya keluar sebagai juara.
Sementara pada Piala Presiden 2026, panitia kembali menghadirkan peserta dari kawasan Asia Tenggara, yakni Port FC, Tampines Rovers, dan DPMM Brunei.
Mereka bersaing bersama lima klub lokal, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan Arema FC.
Baca Juga: John Herdman Terkesan dengan Thom Haye, Sebut Punya Komitmen Luar Biasa
Kini persaingan memasuki babak semifinal. Persib, Persija, Persebaya, dan Arema FC akan memperebutkan dua tiket menuju final.
Laga semifinal dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa, 4 Agustus, sedangkan partai final digelar dua hari kemudian, Kamis, 6 Agustus.
Artikel Terkait
Nazriel Alfaro Jadikan Piala Presiden 2026 Ajang Pembuktian di Persib
Ini Jadwal Pertandingan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026
Keamanan Jadi Alasan Utama Bali Tuan Rumah Semifinal dan Final Piala Presiden 2026
Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Naik Jadi Rp8 Miliar
Piala Presiden 2026 Jadi Program Televisi Paling Banyak Ditonton