SportlinkNews - Kepastian langkah Belanda ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 langsung disambut dengan sikap waspada oleh pelatih Ronald Koeman. Ia secara mengejutkan menyebut skuad asuhannya bukanl tim yang diunggulkan saat bersua Maroko di fase gugur nanti.
Tiket kelolosan fase gugur diraih setelah Belanda menyudahi perlawanan Tunisia lewat keunggulan meyakinkan dengan skor 3-1. Bertanding di Stadion Monterrey pada Jumat (26/6) pagi WIB, tiga gol kemenangan Oranje lahir melalui gol bunuh diri Ellyes Skhiri, Brian Brobbey, dan Jan van Hecke.
Lini pertahanan Belanda tidak mampu mencatatkan hasil tanpa kebobolan dalam pertandingan penutup fase grup tersebut. Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui sepakan akurat yang dilepaskan oleh Hazem Mastouri.
Baca Juga: Arsenal Resmi Permanenkan Status Piero Hincapie Mulai 1 Juli 2026
Berkat tambahan tiga poin krusial tersebut, Belanda mengunci posisi puncak klasemen akhir Grup F Piala Dunia 2026 dengan perolehan tujuh angka. Konsekuensi dari status juara grup ini membuat Memphis Depay dan kolega harus bersiap menantang Maroko yang berstatus sebagai runner-up Grup C.
Duel hidup mati antara Belanda melawan Maroko akan digelar kembali di Stadion Monterrey pada 29 Juni 2026. Pertandingan ini diprediksi menyedot perhatian besar mengingat kedua tim memiliki gaya bermain yang sangat agresif.
Maroko datang ke turnamen edisi kali ini dengan menyandang status mentereng sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketangguhan armada Singa Atlas kembali terbukti sepanjang fase grup tahun ini dengan rekor tak terkalahkan lewat hasil dua kemenangan dan satu kali imbang.
Baca Juga: PB IPSI Sambut Positif Pelatnas Atlet Nasional Multiyears dan Jangka Panjang
Reputasi impresif yang dimiliki oleh calon lawan tersebut menjadi alasan utama di balik sikap rendah hati dan kewaspadaan tinggi yang ditunjukkan Koeman. Selain memiliki organisasi pertahanan yang sangat kokoh, Maroko dinilai memiliki kreativitas tinggi yang membuat lini serang mereka sangat produktif.
"Saya tidak yakin apakah kami adalah tim yang difavoritkan dalam pertandingan melawan Maroko," kata Koeman seperti dikutip dari Reuters.
Koeman tampak ingin melepaskan tekanan besar dari pundak para pemainnya agar bisa tampil lepas tanpa beban. Ia sadar betul status mentereng di atas kertas sering kali tidak sejalan dengan realitas yang terjadi di lapangan hijau.
Baca Juga: Sunderland AFC Luncurkan Jersey Tandang Terinspirasi Raja Rock n Roll Elvis Presley
"Kami perlu bersiap menghadapi Maroko, karena ini akan menjadi pertandingan yang besar. Mereka adalah tim yang bagus dengan banyak kualitas, dan mereka bisa mencetak gol dengan mudah," ucapnya.
Jajaran staf kepelatihan Belanda kini dilaporkan langsung bergerak cepat untuk menganalisis rekaman pertandingan Maroko selama babak penyisihan grup. Fokus utama evaluasi dititikberatkan pada cara meredam efektivitas serangan balik cepat yang kerap diperagakan oleh para penggawa Maroko.
Artikel Terkait
Angkat Koper Usai Taklukkan Amerika di Piala Dunia 2026, Ini Pesan Gelandang Turki Orkun Kokcu
Kejutan dan Rekor Baru di Pekan Kedua Penyelenggaraan Piala Dunia 2026
Cukur Irak 5-0, Senegal Jaga Asa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Sempurna di Fase Grup Usai Hajar Norwegia 4-1
Cesar Azpilicueta Ingatkan Spanyol Tak Bebani Lamine Yamal Sendirian