Dari Calon Ballon d'Or hingga Tanpa Klub, Begini Nasib Anthony Martial di Usia 30

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Anthony Martial yang dulu digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbesar Eropa. Kini di usia 30 iya tanpa klub.
Anthony Martial yang dulu digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbesar Eropa. Kini di usia 30 iya tanpa klub.

SportlinkNews - Anthony Martial pernah datang ke Manchester United dengan label sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa.

Kini, 11 tahun setelah kepindahan yang sempat membuat dunia sepak bola tercengang, penyerang asal Prancis itu justru menghadapi situasi yang sulit dibayangkan, memasuki usia 30 tahun tanpa klub.

Nama Martial pernah identik dengan masa depan Manchester United. Ketika didatangkan dari AS Monaco pada 2015, ia bukan sekadar pemain muda yang dibeli untuk proyek jangka panjang.

Baca Juga: Marcus Rashford Bergabung dalam Pramusim Manchester United

United membayar mahal untuk mendapatkannya. Nilai awal transfer mencapai 36 juta poundsterling dan berpotensi meningkat hingga 58 juta poundsterling melalui berbagai bonus.

Salah satu klausul bahkan berkaitan dengan kemungkinan Martial memenangkan Ballon d'Or.

Angka tersebut menggambarkan seberapa besar ekspektasi yang dibebankan kepada Martial.

Baca Juga: FIFA Pasang Badan Bela Gianni Infantino, Sebut Ada Upaya Terkoordinasi untuk Menjatuhkannya

Apalagi, ketika itu ia datang dengan status remaja termahal dalam sejarah sepak bola. Banyak pihak melihatnya sebagai calon bintang besar yang akan menjadi wajah baru Setan Merah.

Mantan bek Timnas Prancis, Willy Sagnol, bahkan pernah membandingkan Martial dengan Thierry Henry.

"Dia mengingatkan saya pada Thierry Henry, baik dari gaya bermainnya, kemampuannya melewati pemain lawan, maupun akselerasinya. Bakatnya langsung menonjol," ujar Sagnol kepada France Football pada 2015.

Baca Juga: Ditekuk Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia Dituntut Bangkit Lawan Filipina

Modal Martial memang bukan sekadar hype. Sebelum pindah ke Inggris, ia telah menunjukkan perkembangan pesat di Prancis.

Lahir di kawasan pinggiran Paris, Martial mengawali perjalanan sepak bolanya di Les Ulis. Akademi tersebut sebelumnya juga menjadi tempat munculnya Henry dan Patrice Evra.

Martial kemudian meninggalkan rumah pada usia 14 tahun untuk bergabung dengan akademi Lyon. Ia mencatat debut profesional sehari setelah ulang tahunnya yang ke-17 pada Desember 2012.

Baca Juga: Pramusim: Kalah 0-3 dari Chelsea, Amorim Kantongi Pekerjaan Rumah Besar AC Milan

Namun, hanya sekitar tujuh bulan kemudian, Monaco membawanya ke Stade Louis II.

Perjalanan di Monaco sempat menjadi fase penting dalam pembentukan Martial. Ia awalnya harus berbagi waktu antara tim cadangan dan skuad senior sebelum akhirnya mendapat tempat permanen di tim utama.

Pada musim keduanya, Martial tampil dalam 48 pertandingan dan mencetak 12 gol.

Baca Juga: Pramusim: Bukan Sekadar Menang, Ini Misi Xabi Alonso di Balik Kemenangan Chelsea atas Milan

Penampilannya semakin dikenal publik setelah Monaco membuat kejutan di Liga Champions 2014-2015. Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika mereka menyingkirkan Arsenal di babak 16 besar.

Performa tersebut membuat Manchester United semakin yakin bahwa Martial adalah investasi untuk masa depan.

Namun, perjalanan yang diharapkan berubah menjadi kisah kebangkitan salah satu penyerang terbaik dunia ternyata tidak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Pavithran Bawa Malaysia ke Semifinal ASEAN Championship 2026, Harimau Malaya Tantang Vietnam

Martial memang sempat menunjukkan kilau di Old Trafford. Ia mencetak gol dalam laga debutnya dan beberapa kali memperlihatkan kemampuan yang membuatnya mendapatkan julukan sebagai salah satu talenta muda paling berbahaya di Inggris.

Tetapi konsistensi menjadi masalah.

Pergantian pelatih, persaingan di lini depan, cedera, hingga perubahan peran membuat Martial kesulitan mempertahankan posisi utama.

Baca Juga: Sempurna di Grup B, Thailand Hantam Myanmar 2-0 dan Melaju ke Semifinal ASEAN Championship

Dari pemain yang diproyeksikan menjadi bintang masa depan, perlahan ia berubah menjadi sosok yang masa depannya terus dipertanyakan.

Setelah bertahun-tahun di Manchester United, Martial akhirnya meninggalkan klub. Ia sempat melanjutkan karier ke Sevilla sebelum kemudian bermain untuk AEK Athens.

Namun, perjalanan tersebut tidak mampu mengembalikan statusnya sebagai pemain elite seperti yang pernah diprediksi satu dekade sebelumnya.

Baca Juga: Herdman Belum Kunci Kiper Ketiga Timnas Indonesia, Nadeo dan Cahya Masih Bersaing

Kini Martial memasuki usia 30 tahun tanpa klub.

Situasi itu menjadi ironi besar jika mengingat bagaimana ia tiba di Manchester pada 2015. Saat itu, United rela mengeluarkan puluhan juta poundsterling untuk pemain yang bahkan masih berusia 19 tahun.

Ia datang dengan ekspektasi Ballon d'Or, disebut-sebut memiliki karakteristik seperti Henry, dan dianggap sebagai investasi jangka panjang Setan Merah.

Baca Juga: Tambah Amunisi Lini Belakang, Persib Bandung Rekrut Danijel Loncar

Sebelas tahun berselang, Martial justru harus mencari klub baru untuk menyelamatkan kelanjutan kariernya.

Tidak ada lagi status wonderkid. Tidak ada lagi bonus Ballon d'Or yang menjadi bagian dari kesepakatan transfer.

Yang tersisa adalah pertanyaan besar, apakah Martial masih memiliki kesempatan untuk menghidupkan kembali karier yang sempat diprediksi akan mencapai level tertinggi?

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Sports Illustrated

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diego Forlan Resmi Jadi Pelatih Uruguay

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Messi Langsung Moncer Bantu Comeback Inter Miami

Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Trabzonspor Ikat Mohamed Salah Selama Dua Musim

Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Gawat, Tiga Gol Pemain Mallorca Tumbangkan PSG

Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:27 WIB
X