SportlinkNews - Tim nasional Amerika Serikat melayangkan protes keras terkait sanksi pengusiran yang diterima oleh penyerang, Folarin Balogun pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka merasa ada standar ganda dalam penegakan aturan disiplin yang diterapkan oleh pengadil lapangan.
Kekecewaan mendalam tersebut muncul tepat setelah Amerika Serikat memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Skuad Tim Paman Sam menyegel tiket lolos usai menumbangkan perlawanan ketat Bosnia dan Herzegovina dengan skor akhir 2-0.
Pertandingan penentu yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium itu sejatinya berjalan sangat impresif bagi publik tuan rumah. Dua gol kemenangan yang memastikan langkah Amerika Serikat ke babak 16 besar masing-masing dicetak Balogun dan Malik Tillman.
Baca Juga: Ciuman Hangat Harry Kane Bawa Inggris ke Babak 16 Besar
Namun, atmosfer sukacita Amerika Serikat langsung berubah menjadi ketegangan akibat keputusan kontroversial pada pertengahan babak kedua. Balogun terpaksa mandi lebih cepat setelah diusir wasit pada menit ke-64.
Balogun dianggap melakukan tindakan berbahaya dengan mengarahkan pul sepatunya ke area engkel bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Keputusan tersebut diambil secara setelah wasit Raphael Claus melakukan peninjauan ulang lewat monitor VAR.
Kehilangan Balogun menjadi pukulan telak yang merugikan stabilitas lini serang Amerika Serikat untuk laga krusial selanjutnya. Ia dipastikan harus absen karena sanksi larangan bertanding saat timnya bertemu Belgia pada babak perdelapan final pekan depan.
Baca Juga: Tidak Berani Mengambil Penalti: Momen Lebih Menyakitkan Bagi Jerman daripada Kekalahan
Absennya Balogun memicu kemarahan manajemen karena merupakan tumpuan produktivitas tim dengan koleksi empat gol sepanjang turnamen. Mereka bersikeras benturan fisik yang terjadi di lapangan hijau sama sekali tidak didasari unsur kesengajaan.
Sebagai bentuk protes terbuka atas ketidakadilan tersebut, Amerika Serikat langsung melayangkan sindiran yang ditujukan kepada FIFA. Mereka mengunggah ulang rekaman insiden serupa yang melibatkan megabintang Argentina, Lionel Messi saat menghadapi Aljazair di fase grup.
Melalui media sosial, mereka mempertanyakan mengapa tindakan Messi terhadap penggawa Aljazair, Aissa Mandi, tidak berbuah sanksi apa pun. "Sekadar mengingatkan bahwa striker Timnas AS Folarin Balogun dikartumerah karena tekel ini usai ditinjau VAR," ujar pernyataan akun X @USMNTOnly.
Baca Juga: Mahalnya Kelewatan, Tiket Menonton Ronaldo vs Kroasia Harganya Rp 306 Juta
Pernyataan tersebut sengaja diunggah untuk menyoroti adanya ketimpangan dalam penggunaan teknologi pembantu wasit di Piala Dunia 2026. "Di awal turnamen, Lionel Messi bahkan tidak dikartukuning atau bahkan dicek VAR karena pelanggaran serupa," bunyi lanjutan protes tertulis tersebut.
Demi menyelamatkan Balogun agar bisa tampil di laga selanjutnya, manajemen Amerika Serikat kini tengah menyiapkan dokumen formal. Mereka berencana mengajukan permohonan banding secara kepada komite disiplin FIFA dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Istri Messi Lebih Banyak Disebut daripada Georgina Rodriguez
Prediksi Spanyol vs Austria: La Roja Hindari Jebakan
Prediksi Portugal vs Kroasia: Ronaldo atau Modric Angkat Koper?
Portugal vs Kroasia: Ronaldo Tetap Memikat
Inggris Kebobolan Cepat, Thomas Tuchel Bersyukur Mental Pemainnya Tidak Drop