Roberto Martinez Akui Faktor Keberuntungan Warnai Kemenangan Portugal

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Jumat, 3 Juli 2026 | 21:23 WIB
Pelatih Portugal, Roberto Martinez. (Getty Images)
Pelatih Portugal, Roberto Martinez. (Getty Images)

SportlinkNews - Pelatih tim nasional Portugal Roberto Martinez menilai seluruh keputusan yang diambil wasit dalam laga sengit kontra Kroasia sudah sepenuhnya tepat. Kendati demikian, ia tidak menampik anak asuhnya juga dinaungi faktor dewi fortuna sepanjang jalannya pertandingan.

Portugal secara dramatis berhasil menumbangkan perlawanan ketat Kroasia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium pada Jumat (3/7) pagi WIB. Eksekusi penalti dari megabintang Cristiano Ronaldo serta gol telat Goncalo Ramos pada menit ke-94 sukses membalikkan kedudukan.

Kroasia sebenarnya sempat mengejutkan lini pertahanan Portugal setelah berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Ivan Perisic pada menit ke-53. Skuad asuhan Zlatko Dalic bahkan nyaris menyamakan kedudukan sesaat setelah gol Ramos tercipta, namun papan skor batal berubah karena wasit menganulir gol tersebut akibat offside.

Baca Juga: Prediksi Kolombia vs Ghana: Duel Seru Bakal Terjadi di Stadion Kansas City

Kubu Kroasia menganggap keputusan pengadil lapangan yang membatalkan gol penyama kedudukan tersebut sebagai sebuah langkah yang sangat kontroversial. Mereka melayangkan protes keras lantaran meyakini sama sekali tidak ada sentuhan fisik yang dilakukan oleh penyerang, Igor Matanovic.

Elemen sentuhan dari Matanovic tersebut memang menjadi indikator paling krusial bagi perangkat pertandingan untuk menentukan status keabsahan posisi dari Mario Pasalic. Jika penyerang bernomor punggung sembilan itu terbukti menyentuh bola, maka posisi Pasalic secara otomatis sah dinyatakan berada dalam posisi tidak aktif.

Ketika tayangan ulang, VAR tidak mampu memperlihatkan visual sentuhan secara signifikan, perangkat teknologi pelacak snicko justru membuktikan sebaliknya. Grafik digital yang bersumber dari sensor internal di dalam bola resmi pertandingan menunjukkan adanya getaran akibat sebuah sentuhan tipis.

Baca Juga: Pelatih Tanjung Verde Kasih Peringatan: Kami Bisa Menyulitkan Argentina di Piala Dunia

Kondisi tersebut nyatanya tetap tidak serta-merta meredakan perdebatan panas yang terjadi di antara kedua belah pihak selepas peluit panjang ditiupkan. Sejumlah pengamat masih mempertanyakan apakah lonjakan grafik tersebut berasal dari sentuhan kaki Matanovic atau justru akibat gangguan dari bek Portugal, Renato Veiga.

Keraguan publik makin menguat lantaran visual teknologi canggih tersebut hanya menampilkan satu buah lonjakan gelombang frekuensi yang tercatat pada sistem komputer. Padahal dalam proses terjadinya kemelut di depan gawang tersebut, terdapat beberapa momen benturan fisik sebelum bola akhirnya jatuh ke kaki Pasalic.

Menyikapi polemik yang berkembang, Martinez memilih untuk bersikap objektif dengan menyerahkan seluruh penilaian akhir kepada wasit serta keakuratan teknologi. Ia menganggap sistem pembuktian digital yang diterapkan FIFA sudah berjalan sesuai dengan koridor regulasi sepak bola modern.

Baca Juga: Liverpool FC Bangun Monumen Mengharukan untuk Diogo Jota dan Andre Silva di Anfield

"Tidak ada keputusan-keputusan yang buruk. Hari ini kami beruntung," kata Martinez dikutip dari Reuters.

"Chip di bola menunjukkan itu offside, penaltinya juga jelas. Saya memahami kinejar Dalic di tim ini dan memang sayang sekali hanya ada satu pemenang hari ini."

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Portugal 2 vs Kroasia 1: Laga Penuh Anulir

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teknologi Snicko Menghapus Air Mata Ronaldo

Jumat, 3 Juli 2026 | 09:46 WIB
X