Lionel Messi Akui Argentina Menderita Hadapi Kedisiplinan Tanjung Verde

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:27 WIB
Kapten Argentina Lionel Messi merayakan gol pembuka dalam laga kedua Grup J melawan Austria. Dua golnya membawa dirinya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, dengan 18 gol.
Kapten Argentina Lionel Messi merayakan gol pembuka dalam laga kedua Grup J melawan Austria. Dua golnya membawa dirinya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, dengan 18 gol.

SportlinkNews - Tim nasional Argentina harus memeras keringat lebih dalam untuk mengamankan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mendapat perlawanan luar biasa dari Tanjung Verde. Pertandingan yang berlangsung di Miami Stadium, Sabtu (4/7) pagi WIB tersebut menjadi panggung pembuktian ketangguhan sang juara bertahan.

Dalam laga yang berjalan dengan intensitas tinggi tersebut, papan skor sempat berubah imbang sebanyak dua kali akibat daya juang Tanjung Verde. Gol pembuka dari Lionel Messi langsung dibalas oleh gelandang Tanjung Verde, Deroy Duarte.

Situasi serupa kembali terulang pada babak tambahan waktu saat Argentina sempat mengembalikan keunggulan lewat Lisandro Martinez. Namun, keunggulan skuad Albiceleste tersebut tidak bertahan lama setelah Sidny Lopes Cabral sukses menyamakan kedudukan kembali.

Baca Juga: Toto Wolff Menarik Perhatian dengan Muncul di Silverstone Bersama Mercedes-Benz 300 SL Gullwing Klasik

Petaka bagi Tanjung Verde akhirnya datang pada menit ke-111 akibat kelengahan di barisan pertahanan sendiri. Gol bunuh diri yang dilakukan oleh Diney Borges menjadi pembeda sekaligus penentu hasil akhir laga melelahkan tersebut.

Setelah kembali memimpin di sisa waktu paruh kedua perpanjangan waktu, lini belakang Argentina langsung memperketat pertahanan. Skuad asuhan Lionel Scaloni memilih bermain aman guna menjaga keunggulan tipis tersebut agar tidak kembali sirna.

Secara statistik pertandingan, Argentina sebenarnya jauh lebih mendominasi jalannya laga melalui penguasaan bola yang dominan. Kendati demikian, organisasi permainan Tanjung Verde yang sangat disiplin membuat barisan penyerang tim Tango frustrasi.

Baca Juga: Inter Milan Mulai Negosiasi dengan Union Saint-Gilloise untuk Datangkan Anan Khalaily

Strategi serangan balik yang diterapkan Tanjung Verde terbukti ampuh dengan mengeksploitasi sektor sayap pertahanan. Area lebar lapangan yang ditinggalkan bek sayap Argentina menjadi celah utama yang terus diincar sepanjang pertandingan.

Messi, mengaku tidak terlalu terkejut dengan performa yang ditunjukkan oleh lawannya. Catatan impresif Tanjung Verde pada laga-laga sebelumnya dinilai menjadi sinyal awal yang sudah diantisipasi tim.

Sebelum merepotkan Argentina, Tanjung Verde tercatat sukses menahan imbang dua tim raksasa dunia, yakni Spanyol dan Uruguay. Rekor tersebut menjadi bukti sahih kualitas sepak bola negara kepulauan itu tidak boleh dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Daftar Tim dan Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

"Pertandingan yang sulit sekali, lebih sulit dari yang kami perkirakan. Mencetak gol pertama saja sudah sulit, tapi mereka menunjukkan alasannya, sebab mereka sebelumnya imbang lawan Spanyol dan Uruguay," kata Messi dikutip dari Reuters.

Kedisiplinan tinggi dan fisik yang prima menjadi modal utama Tanjung Verde dalam meredam agresivitas serangan para pemain Argentina. Mereka mampu mengimbangi permainan cepat yang diperagakan juara dunia tersebut dengan kontak fisik yang sangat intens.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X