Kecam Penangguhan Sanksi Balogun, UEFA Sebut Keputusan FIFA Kebangetan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 6 Juli 2026 | 21:36 WIB
Kantor UEFA di Nyon Swiss (UEFA)
Kantor UEFA di Nyon Swiss (UEFA)

SportlinkNews - UEFA melayangkan protes keras terhadap kebijakan terbaru yang dikeluarkan FIFA. Sikap tersebut dipicu oleh langkah kontroversial terkait pembatalan sanksi larangan bertanding bagi penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Melalui keputusan tersebut, ujung tombak berusia 25 tahun itu dipastikan dapat memperkuat negaranya dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan menghadapi tantangan Belgia dijadwalkan berlangsung di Seattle Stadium pada Selasa (7/7) pagi WIB.

Sebelumnya, Balogun sempat diusir keluar lapangan oleh wasit saat membantu negaranya menumbangkan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Merujuk pada aturan baku, sanksi kartu merah langsung tersebut mengharuskan sang pemain absen minimal satu laga.

Baca Juga: Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir

Secara mengejutkan, komisi terkait justru mengubah hukuman mutlak tersebut menjadi sekadar sanksi percobaan bersyarat dengan merujuk pasal tertentu. Langkah aneh ini langsung memicu gelombang kritik tajam karena dianggap mencederai nilai sportivitas.

Dalam rilis resminya, UEFA menilai interpretasi regulasi yang dilakukan FIFA sudah melampaui batas wajar. Kedisiplinan dalam menegakkan aturan yang kaku dipandang sebagai fondasi utama untuk menjaga keadilan bagi seluruh peserta.

UEFA menekankan hukuman otomatis pascakartu merah merupakan hukum tetap yang tidak bisa diganggu gugat demi kepentingan tertentu. Aturan tersebut wajib diberlakukan secara adil tanpa memandang status pemain ataupun tim yang sedang berkompetisi.

Baca Juga: Brasil 1-2 Norwegia: Monster Haaland Bikin Neymar Frustrasi

“Prinsip tersebut telah tertanam dalam peraturan dan tidak boleh dijadikan pengecualian, apalagi di tengah berlangsungnya sebuah turnamen ketika beberapa pemain lain telah mengalami situasi yang sama dan menjalani hukuman skorsing sebagaimana mestinya,” demikian pernyataan UEFA, dikutip dari Mirror, Senin (6/7)

Ketidakonsistenan dari FIFA dikhawatirkan akan merusak tatanan moral yang selama ini dijaga dalam dunia olahraga. Integritas dari turnamen akbar empat tahunan ini kini dinilai berada dalam titik terendah akibat keputusan sepihak tersebut.

"Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh pihak yang bertugas menegakkannya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas sebuah kompetisi menjadi tercoreng.”

Baca Juga: Ronaldo Menunjuk Langsung ke Reporter, Ya! Aku Tahu Kamu Membenciku!

Dampak jangka panjang dari kebijakan keliru ini diprediksi mengganggu jalannya sisa turnamen di masa depan. Tim-tim lain dikhawatirkan menuntut perlakuan serupa yang dapat merusak tatanan baku yang telah disepakati bersama.

UEFA juga mengingatkan marwah olahraga ini terletak pada keseragaman aturan yang berlaku global di setiap belahan bumi. Ketetapan buruk dalam ajang sekelas Piala Dunia dipastikan membawa efek domino yang merugikan perkembangan sepak bola.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: mirror

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir

Senin, 6 Juli 2026 | 07:04 WIB

Ini Dia Mantan Pemain Ski yang Pulangkan Brasil

Senin, 6 Juli 2026 | 06:33 WIB
X