SportlinkNews - Ambisi tim nasional Portugal untuk merengkuh trofi Piala Dunia 2026 dipastikan sirna. Kegagalan skuad Selecao das Quinas tersebut langsung memicu gelombang kritik tajam yang diarahkan kepada pelatih Roberto Martinez.
Langkah ambisius Portugal dijegal Spanyol, pada babak 16 besar yang berlangsung sengit. Dalam laga krusial di Stadion Dallas pada Selasa (7/7) dini hari WIB, gol tunggal Mikel Merino memenangkan La Furia Roja.
Sorotan negatif publik sepak bola dunia usai pertandingan tidak hanya tertuju pada strategi pelatih, tetapi juga performa lini depan Portugal. Megabintang Cristiano Ronaldo dituding menjadi salah satu faktor yang justru memperlambat alur serangan dinamis khas timnya.
Baca Juga: Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti: Ini Awal, Bukan Akhir bagi Brasil
Kendati penampilannya dinilai kurang memberikan kontribusi maksimal, Martinez tercatat selalu memasang Ronaldo sebagai starter dalam empat laga. Kebijakan keras kepala sang juru taktik tersebut kini memicu perdebatan sengit di kalangan publik.
Pada usianya yang telah menginjak 41 tahun, pergerakan Ronaldo mulai mudah diantisipasi oleh barisan pertahanan lawan yang disiplin. Imbas keterbatasan fisik tersebut membuat lini serang Portugal kehilangan daya dobrak yang agresif sepanjang jalannya turnamen.
Keputusan Martinez untuk terus memaksakan sang pemain veteran bermain penuh dinilai mengabaikan potensi penyerang berbakat lain di bangku cadangan. Padahal, komposisi skuad juara Eropa 2016 itu sejatinya dihuni oleh sejumlah penyerang tengah murni yang jauh lebih bertenaga.
Nama Goncalo Ramos menjadi opsi paling potensial yang dinilai banyak pihak layak menggantikan peran sentral di lini depan. Sayangnya, penyerang ia justru minim mendapatkan kesempatan unjuk gigi dari Martinez sepanjang turnamen ini.
Minimnya menit bermain Ramos terasa ironis mengingat kontribusinya pada pertandingan-pertandingan penting tim nasional sebelumnya. Ia merupakan pahlawan utama yang mencetak gol kemenangan penentu saat Portugal sukses menumbangkan tim tangguh Kroasia.
Situasi internal dan pilihan taktis yang keliru tersebut memancing reaksi keras dari mantan striker tim nasional Inggris, Chris Sutton. Melalui analisis mendalamnya, ia tidak ragu melemparkan kritik pedas atas kegagalan taktik yang diterapkan oleh Martinez.
Baca Juga: Roberto Martinez Mundur dari Timnas Portugal, Penggantinya Mantan Bos Ronaldo
"Spanyol tidak bermain secair yang mereka inginkan, tetapi ini semua tentang bagaimana menuntaskan tugas di fase gugur sepak bola," kata Sutton seperti dikutip dari BBC.
"Portugal tersingkir tanpa memberikan perlawanan berarti. Bagaimana bisa Goncalo Ramos tidak masuk ke lapangan?"
Artikel Terkait
Video Viral, Bellingham Peluk Pemain Muda Berbakat Meksiko
Prediksi Argentina vs Mesir: Pertarungan Ikonik
Amerika Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pulisic Curhat: Sungguh Mengecewakan Harus Tersingkir dengan Cara Seperti Ini
Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti: Ini Awal, Bukan Akhir bagi Brasil
Kylian Mbappe dan Federasi Sepak Bola Prancis Kecam Senator Paraguay