Ujian Konsistensi Sang Juara Bertahan Argentina Kontra Mesir

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 7 Juli 2026 | 20:20 WIB
Kapten Argentina Lionel Messi merayakan gol pembuka dalam laga kedua Grup J melawan Austria. Dua golnya membawa dirinya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, dengan 18 gol.
Kapten Argentina Lionel Messi merayakan gol pembuka dalam laga kedua Grup J melawan Austria. Dua golnya membawa dirinya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, dengan 18 gol.

SportlinkNews - Argentina akan menghadapi Mesir pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa (7/7) malam WIB. Duel tersebut diyakini tidak bakal untuk sang juara bertahan.

Sebelum mengunci tiket ke fase 16 besar, skuad Albiceleste harus memeras keringat lebih dalam pada pertandingan sebelumnya. Argentina mendapat perlawanan yang sangat merepotkan dari Tanjung Verde, di babak 32 besar.

Tim asuhan Lionel Scaloni dipaksa bermain hingga babak tambahan sebelum akhirnya mengunci kemenangan tipis 3-2 atas skuad Tanjung Verde. Pengalaman buntu sepanjang waktu normal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi jajaran staf pelatih dan pemain Argentina.

Baca Juga: Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti: Ini Awal, Bukan Akhir bagi Brasil

Ketatnya atmosfer pertandingan pada fase gugur disadari betul oleh pilar lini belakang tim Tango, Nahuel Molina. Ia memberikan peringatan dini kepada rekan setimnya laga menghadapi Mesir diprediksi akan berjalan sama beratnya.

"Pada akhirnya, tidak ada yang memberikan kemenangan secara cuma-cuma kepada Anda. Setiap lawan mempelajari permainan Anda, semua orang mengorbankan jiwa dan raga mereka demi tim nasionalnya," kata Molina seperti dikabarkan oleh Reuters.

"Dari pihak kami, seperti biasa, kami akan mencoba untuk memegang kendali permainan dan mewakili Argentina dengan cara terbaik yang bisa dilakukan," Molina menambahkan.

Baca Juga: Amerika Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pulisic Curhat: Sungguh Mengecewakan Harus Tersingkir dengan Cara Seperti Ini

Berdasarkan rekam jejak, kedua negara tercatat pernah saling berhadapan di panggung internasional satu kali. Argentina memiliki memori indah berupa kemenangan telak dengan skor mencolok 6-0 atas Mesir pada Olimpiade 1928.

Namun, catatan historis masa lalu tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan tolok ukur utama untuk memprediksi hasil akhir laga nanti. Kekuatan sepak bola modern yang makin merata membuat keunggulan di atas kertas kerap tidak berlaku di lapangan.

Kondisi terkini menunjukkan performa skuad Argentina sebenarnya masih berada dalam tren yang sangat positif. Mereka sukses menjaga konsistensi permainan dengan menyapu bersih seluruh laga di Amerika Utara dengan kemenangan.

Baca Juga: Roberto Martinez Mundur dari Timnas Portugal, Penggantinya Mantan Bos Ronaldo

Sebelum menundukkan perlawanan sengit Tanjung Verde, tim Tango tampil perkasa di fase grup dengan menumbangkan lawan-lawan dari berbagai benua. Negara-negara seperti Aljazair, Austria, hingga Yordania dipaksa mengakui ketangguhan sang pemilik tiga bintang Piala Dunia tersebut.

Reputasi mentereng sebagai tim yang belum terkalahkan tentu menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi Argentina. Kendati demikian, Mesir yang dimotori para pemain cepat diyakini siap menghadirkan petaka jika lini belakang lawan lengah.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Argentina vs Mesir: Pertarungan Ikonik

Selasa, 7 Juli 2026 | 13:47 WIB

Komentar Rodri Usai Spanyol Singkirkan Portugal

Selasa, 7 Juli 2026 | 10:31 WIB

Sudah Berakhir, Ronaldo Tak Bisa Melawan Takdir!

Selasa, 7 Juli 2026 | 08:51 WIB
X