SportlinkNews - Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, akhirnya angkat bicara demi meredam gejolak kontroversi yang menyelimuti jalannya pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir. Pria asal Italia tersebut menegaskan performa pengadil lapangan beserta jajaran petugas VAR telah menjalankan tugas secara objektif.
Pertandingan tensi tinggi yang berlangsung di Atlanta Stadium pada Selasa (7/7) malam WIB tersebut berakhir dengan kemenangan dramatis La Albiceleste lewat skor 3-2. Skuad racikan Lionel Scaloni berhasil melaju ke babak delapan besar setelah sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu.
Kendati menyajikan tontonan yang menghibur, hasil akhir laga ini memicu perdebatan sengit akibat sejumlah keputusan krusial dari wasit. Sorotan pertama publik tertuju pada momen penganuliran gol ketiga Mesir yang dicetak oleh penyerang, Zico, pada menit ke-58.
Baca Juga: Ruben Amorim Mengaku Banyak Membuat Kesalahan Selama Memimpin di Manchester United
Intervensi VAR dilakukan karena adanya indikasi pelanggaran berupa injakan kaki yang dilakukan Marwan Attia kepada bek Lisandro Martinez. Sebagian kalangan memprotes pembatalan tersebut karena menganggap posisi terjadinya benturan fisik itu terletak sangat jauh dari area pertahanan Argentina.
Polemik kedua yang memicu protes keras dari kubu Mesir terjadi menjelang masa krusial sebelum lahirnya gol penentu kemenangan Argentina oleh Enzo Fernandez. Megabintang Mesir, Mohamed Salah, terlihat terjatuh di dalam kotak terlarang setelah terlibat duel perebutan bola dengan Julian Alvarez.
Publik mengecam keras jajaran petugas VAR yang memilih abai dan sama sekali tidak memberikan rekomendasi peninjauan ulang kepada wasit utama. Padahal, kadar benturan fisik dalam insiden jatuhnya Salah dinilai memiliki kemiripan visual dengan pembatalan gol Mesir sebelumnya.
Baca Juga: Operasi Kelar, Jordan Henderson Siap Kembali Lawan Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Collina secara khusus menjabarkan prinsip dasar regulasi internasional yang mendasari keputusan pembatalan gol yang dicetak Mesir. Menurutnya, parameter penilaian sanksi pelanggaran dalam sebuah proses serangan tidak pernah dibatasi oleh hitungan detik maupun jarak matematis ke gawang.
"Jika pelanggaran teridentifikasi dalam proses terciptanya gol dan dianggap berdampak pada gol tersebut, VAR akan merekomendasikan peninjauan di lapangan. Tidak ada batasan yang ditentukan mengenai jarak dari gawang atau waktu antara insiden dan gol tersebut," kata Collina dikutip dari Football Italia.
Bukti digital dari rekaman multisudut memperlihatkan adanya elemen pelanggaran yang kasat mata sebelum aliran bola masuk ke gawang. Collina menilai tindakan pemain tengah Mesir tersebut murni merugikan lawan sehingga layak dikategorikan sebagai sebuah pelanggaran hukum permainan.
Baca Juga: Gandeng Musisi Dunia, Justin Bieber Siap Guncang Panggung Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026
"Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina vs Mesir di mana pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, jelas menginjak kaki pemain nomor 6 Argentina, Lisandro Martínez," ucapnya.
Sementara itu, untuk insiden jatuhnya Salah di area penalti, Collina mengonfirmasi bahwa komunikasi internal antara wasit tengah dan ruangan kontrol VAR berjalan sangat selaras. Petugas VAR sepakat dengan pandangan mata wasit utama tidak ada unsur kelalaian defensif yang dilakukan oleh Alvarez.
Artikel Terkait
Operasi Kelar, Jordan Henderson Siap Kembali Lawan Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Ruben Amorim Mengaku Banyak Membuat Kesalahan Selama Memimpin di Manchester United
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Kena Sanksi Kartu Kuning
Terganggu Proyek Konstruksi, Skuad Norwegia Terpaksa Pindah Hotel
Gagal di Piala Dunia 2026, Meksiko Tunjuk Rafael Marquez sebagai Pelatih Baru Gantikan Javier Aguirre