SportlinkNews - Gugurnya Amerika Serikat dan Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dilaporkan memicu dampak finansial yang signifikan. Kehilangan dua tim tersebut membuat harga tiket pertandingan untuk sejumlah laga di perempat final langsung anjlok drastis.
Impian tim tuan rumah Amerika Serikat, serta skuad Portugal untuk berbicara lebih jauh di turnamen sepak bola terakbar sejagat ini kandas secara bersamaan. Keduanya harus mengemas koper lebih awal setelah menelan kekalahan dari lawan masing-masing.
Langkah Amerika Serikat dihentikan secara tragis oleh Belgia lewat kekalahan telak dengan gelontoran skor akhir 1-4 di hadapan publik sendiri. Sementara itu, armada Portugal yang diperkuat jajaran pemain bintang terpaksa mengakui keunggulan tipis Spanyol, dengan skor 0-1.
Baca Juga: Igor Tolic Pimpin Latihan Perdana Persib, Enam Pemain Absen
Terdepaknya dua kekuatan besar sepak bola tersebut seketika memberikan efek domino yang luar biasa pada aspek bisnis dan komersial di luar lapangan hijau. Berdasarkan laporan dari A Bola, nilai jual tiket untuk beberapa laga perempat final bahkan terpantau mengalami penurunan drastis hingga melampaui angka 50 persen.
Kemerosotan harga yang paling signifikan terdeteksi pada kuota tiket pertandingan yang mempertemukan duel panas antara Spanyol melawan Belgia pada Sabtu (11/7). Harga minimum karcis yang awalnya bertengger di angka 2.950 dolar AS (Rp53,2 juta) langsung merosot tajam ke level sekitar 1.200 dolar AS (Rp21,7 juta) per lembar.
Gugurnya Amerika Serikat dan Portugal sekaligus memupus skenario bertemunya kedua negara tersebut dalam sebuah laga klasik yang sangat dinantikan oleh jutaan pasang mata. Para pengamat industri olahraga mengidentifikasi ada dua faktor utama yang melandasi jatuhnya harga pasar tiket pertandingan pascaeliminasi tersebut.
Baca Juga: Persija Rekrut Jebolan Timnas Kroasia Perkuat Lini Pertahanan untuk Super League 2026/27
Faktor pertama tidak lepas dari status Amerika Serikat sebagai salah satu negara penyelenggara utama yang memiliki basis massa penonton lokal masif. Tersingkirnya pasukan asuhan Mauricio Pochettino secara otomatis menurunkan tensi antusiasme warga lokal untuk memadati tribune stadion di fase berikutnya.
Sedangkan faktor penentu kedua adalah hilangnya daya tarik magis dari sosok kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, di atas lapangan. Eks Real Madrid tersebut selama ini terbukti menjadi stimulus utama penggerak fluktuasi harga karena efek publisitas serta nilai komersialnya yang luar biasa.
Kendati pasar tiket untuk babak delapan besar mengalami kelesuan finansial, situasi kontras justru terjadi pada penjualan kursi untuk partai pemungkas turnamen. Nilai penawaran untuk tiket kategori paling murah di laga final dikabarkan terus meroket tajam dan sukses memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Baca Juga: Dedikasi Achmad Jufriyanto dari Pemain Persib Kini Jadi Staf Pelatih Igor Tolic
Banderol untuk selembar tiket termurah demi menyaksikan laga perebutan takhta juara dunia tersebut saat ini telah menyentuh angka fantastis sebesar 9.346 dolar AS (Rp169 juta). Lonjakan harga ini diprediksi masih terus bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan seiring dengan kepastian tim yang lolos.
Partai puncak yang akan menentukan penguasa baru sepak bola bumi tersebut dijadwalkan bergulir pada 20 Juli dini hari WIB. Kemegahan Stadion New Jersey, Amerika Serikat, telah ditunjuk menjadi panggung utama yang menggelar duel bersejarah tersebut.
Artikel Terkait
Kiper Inggris Jordan Pickford Catat Rekor Baru Usai Mengalahkan Norwegia
Piala Dunia 2026 Amerika, Kanada, Meksiko: Terima Kasih Pak Prabowo, Terima Kasih TVRI...
Hubungan Thomas Tuchel dan Jude Bellingham Memanas Usai Inggris Tekuk Norwegia
Rudi Garcia Paksa Thibaut Courtois Digantikan Senne Lammens