SportlinkNews - Tim nasional Argentina menegaskan kesiapannya menjelang laga pemungkas Piala Dunia 2026. Nakhoda La Albiceleste, Lionel Scaloni, mengeklaim cetak biru kekuatan Spanyol telah selesai dibedah oleh staf kepelatihan sejak jauh hari.
Persiapan matang ini dilaporkan sudah berjalan lama sebelum kedua negara dipastikan bentrok pada partai puncak Piala Dunia 2026. Menurut juru taktik berusia 48 tahun tersebut, status laga final tidak mengubah pendekatan analisis yang biasa diterapkan.
"Ya, kami sudah menganalisis mereka (Spanyol) karena kami bisa menghadapi mereka di bulan Maret, tetapi tidak lebih daripada yang lain. Kami juga menganalisis rival Piala Dunia kami lainnya mulai Desember lalu. Ada banyak rival yang kami analisis sebagai antisipasi pertandingan potensial," kata Scaloni.
Baca Juga: Persija Jalani Program Pemusatan Latihan di Thailand, Shin Tae-yong Bantah Absen di Piala Presiden
"Terlalu banyak menganalisis juga tidak baik. Kami tahu bagaimana mereka bermain, kami tahu kekuatan mereka, dan kami akan mencoba mencegah mereka memanfaatkannya," Scaloni menambahkan.
Rencana taktik ini sejatinya berakar dari agenda turnamen Finalissima 2026 yang sedianya mempertemukan kedua tim pada Maret silam. Ajang prestisius antarjuara benua tersebut mempertemukan Argentina selaku kampiun Copa Amerika dengan Spanyol sebagai penguasa Piala Eropa.
Namun, pertadingan itu terpaksa dibatalkan akibat eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di wilayah Timur Tengah. Situasi keamanan yang tidak kondusif di Qatar sebagai negara penyelenggara membuat otoritas terkait membatalkan pertandingan.
Baca Juga: Dominik Szoboszlai Bertahan di Liverpool dengan Kontrak Jangka Panjang Baru
Kendati batal bertanding, modal data analisis yang dikumpulkan Scaloni kini menjadi senjata utama menjelang duel di New York. Pertandingan krusial ini dijadwalkan bergulir pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Scaloni memprediksi jalannya pertandingan akan berlangsung sangat ketat lantaran kedua kubu memiliki komposisi skuad yang seimbang. Keberadaan para pemain bintang yang sarat pengalaman di panggung internasional dinilai akan mereduksi faktor tekanan mental.
"Spanyol juga memiliki pemain yang telah bermain di panggung besar, yang merupakan pemain top di tim mereka. Akan ada tekanan, tapi ketika bola mulai bergulir, para pemain melupakannya. Saya rasa itu bukan hambatan. Ini adalah dua tim yang, ketika mereka turun ke lapangan, mencoba melakukan yang terbaik melalui penguasaan bola," ucapnya.
Baca Juga: Cicipi Liga Primer, Tarik Muharemovic Pindah dari Sassuolo ke Leeds United
Filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang menjadi identitas kedua tim dipastikan menambah daya tarik taktis di atas lapangan. Menariknya, Scaloni dan pelatih Spanyol Luis de la Fuente memiliki kedekatan personal meski tetap menjaga kerahasiaan strategi masing-masing.
"Luis mengenal saya secara pribadi tetapi dia tidak tahu apa pendapat saya tentang sepak bola. Kami tahu bagaimana tim kami bermain, tetapi kami belum membahas pola permainan masing-masing," ujarnya.
Artikel Terkait
Euforia Piala Dunia 2026, Nama Haaland Meroket di Bayi Peru
Bidik Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Inggris Incar Rekor Terbaik 60 Tahun
FIFA Dobrak Tradisi, Juara Piala Dunia 2026 Bakal Dianugerahi Cincin Eksklusif
Demi Suporter, Didier Deschamps Tegaskan Prancis Wajib Tekuk Inggris