Buntut Keributan Final Piala Dunia 2026, Dani Olmo Pertanyakan Kejujuran Roberto Ayala

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 27 Juli 2026 | 20:11 WIB
Dani Olmo dan Lamine Yamal di Timnas Spanyol. (Barca Universal)
Dani Olmo dan Lamine Yamal di Timnas Spanyol. (Barca Universal)

SportlinkNews - Penyerang tim nasional Spanyol, Dani Olmo, secara terbuka merespons pernyataan maaf yang disampaikan asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, usai laga final Piala Dunia 2026. Olmo menilai sang staf pelatih lawan tidak menunjukkan rasa penyesalan yang sungguh-sungguh atas insiden yang terjadi di antara mereka.

Ketegangan antarkedua kubu pecah setelah peluit panjang berbunyi di New York New Jersey Stadium pada pekan lalu. Keributan awal terpicu aksi Nahuel Molina yang memukul Rodri saat selebrasi, hingga akhirnya merembet dengan melibatkan Olmo serta Ayala.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen ketika Ayala mengarahkan tangannya ke bagian leher Olmo. Kendati mendapat perlakuan fisik tersebut, pemain Barcelona itu memilih untuk tidak membalas aksi sang asisten pelatih.

Baca Juga: Mantan Pemain Naturalisasi Ungkap Alasan Timnas Bisa Gulingkan Vietnam

Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, Ayala akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengklaim bahwa tindakannya yang dilakukannya adalah niat baik.

"Niat saya itu sekadar ke sana dan melerai mereka, tidak lebih. Saya ingin memisahkan mereka," kata Ayala dalam wawancara dengan media Valencia Capital Radio.

"Perkelahian itu harus selesai sekarang. Itu lebih kepada dorongan daripada hal lainnya; itu bukan pukulan. Itu adalah reaksi saya pada sesuatu hal yang telah dikatakan, tapi jika saya bertemu Olmo, saya akan minta maaf secara pribadi kepada dia," Ayala menambahkan.

Baca Juga: Timnas Indonesia vs Kamboja: Amankan Tiga Poin Pertama

Akan tetapi, respons yang disampaikan Ayala sama sekali tidak berkesan positif bagi Olmo. Menurutnya hal yang disampaikan eks pilar AC Milan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang dicari-cari ketimbang pengakuan dosa.

"Seseorang yang mengaku menyesal tetapi membenarkan pukulan dengan mengatakan itu adalah respons terhadap sebuah komentar, jelas tidak menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf," ujar Olmo kepada Diari de Terrassa, dikutip ESPN.

"Apa yang benar-benar mendefinisikan kita bukanlah kesalahan, tetapi keberanian untuk mengakuinya dengan kerendahan hati, kejujuran, dan martabat," Olmo melanjutkan.

Baca Juga: Ronaldo Bintangi Serial Drama Sepak Bola Inggris

Selain itu Olmo juga menekankan peran besar pesepak bola profesional sebagai teladan bagi generasi muda di seluruh dunia. Ia mau kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

"Ketika anak-anak saya, keluarga saya, dan semua penggemar menonton pertandingan, saya ingin mereka bangga dengan bagaimana kami berkompetisi, bagaimana kami menang, dan yang terpenting, dengan perilaku kami, karena pentingnya sepak bola berarti bahwa kami para pemain adalah contoh bagi anak-anak dan generasi baru, dan itu membawa tanggung jawab yang besar," ungkapnya..

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasib Kiper Tanjung Verde Berubah Drastis

Senin, 27 Juli 2026 | 11:45 WIB
X