Kebobrokan Internal FIGC yang Sulit Dibenahi

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 28 Juli 2026 | 19:53 WIB
Paolo Maldini jadi direktur teknik Italia. (FIGC)
Paolo Maldini jadi direktur teknik Italia. (FIGC)

SportlinkNews - Krisis internal kembali mengguncang Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) seiring munculnya kabar pengunduran diri Paolo Maldini. Keputusan mendadak sang legenda tersebut mencerminkan adanya persoalan krusial di dalam struktur organisasi federasi.

Rencana mundur Maldini terbilang sangat mengejutkan mengingat masa jabatannya yang masih sangat singkat. Ia baru saja ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Direktur Teknik FIGC sekitar 11 hari yang lalu.

Dalam menjalankan tugasnya, Maldini didampingi oleh Leonardo Araujo yang diangkat sebagai penasihat teknis. Dua sosok berpengalaman tersebut dipercaya untuk memimpin proyek pembenahan manajerial di tubuh tim nasional Italia.

Baca Juga: Pertajam Lini Serang Bhayangkara FC Boyong Pemain Makedonia Utara untuk Super League 2026/27

Tugas utama yang dibebankan kepada mereka adalah mencari sosok pelatih Italia. Langkah restrukturisasi ini diambil setelah skuad Gli Azzurri dipastikan gagal menembus Piala Dunia 2026.

Kegagalan tersebut memperpanjang catatan kelam sepak bola Italia di panggung internasional. Gli Azzurri mencatatkan rekor buruk dengan tiga edisi beruntun absen di Piala Dunia.

Dalam proses pencarian juru taktik baru, beberapa nama pelatih papan atas dunia sempat masuk dalam radar perburuan. Tercatat melakukan pendekatan intensif kepada Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti.

Baca Juga: Madura United FC Memulai Latihan Perdana, Panaskan Skuat Demi Hadapi Super League 2026/27

Namun, kendala besar membuat negosiasi dengan kedua sosok tersebut harus menemui jalan buntu. Guardiola batal direkrut karena permintaan gaji yang terlalu tinggi, sedangkan Ancelotti memilih menghormati kontraknya bersama Brasil.

Kegagalan mendapatkan target utama memaksa FIGC mengalihkan bidikan ke opsi alternatif. Pilihan akhirnya jatuh kepada mantan gelandang legendaris Italia, Andrea Pirlo, sebagai suksesor penanganan Italia.

Meskipun kesepakatan dengan Pirlo berhasil dicapai, dinamika internal di dalam FIGC justru makin memanas. Penunjukan tersebut rupanya memicu kekecewaan mendalam di tingkat pimpinan departemen teknik.

Baca Juga: Jelang Super League 2026/27, Osmar Loss Gantikan Peran Jan Olde di Dewa United Banten FC

Maldini dan Leonardo dilaporkan terpukul atas dinamika yang terjadi selama proses perekrutan Pirlo. Sinyal pengunduran diri kedua tokoh tersebut mengindikasikan adanya ketidakharmonisan hubungan dengan Presiden FIGC, Giovanni Malago.

Gelombang reaksi keras atas kekacauan manajerial ini langsung berdatangan dari berbagai elite sepak bola Italia. Pimpinan kompetisi domestik mengaku terkejut melihat penanganan konflik yang berlarut-larut di tubuh FIGC.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebobrokan Internal FIGC yang Sulit Dibenahi

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:53 WIB

Jurgen Klopp Fokus Bangun Kekuatan Jerman dari Nol

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20 WIB

Nasib Kiper Tanjung Verde Berubah Drastis

Senin, 27 Juli 2026 | 11:45 WIB
X