SportlinkNews - Presiden FIFA Gianni Infantino baru-baru ini melontarkan pernyataan menohok yang ditujukan langsung kepada para pengkritik penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tanggapan keras tersebut memicu reaksi tajam dari Presiden LaLiga Javier Tebas yang mempertanyakan kepemimpinan badan tertinggi sepak bola dunia tersebut.
Perselisihan terbuka ini bermula saat Infantino mengunggah pesan panjang di akun Instagram pribadinya mengenai atmosfer Piala Dunia 2026. Ia menyindir pihak-pihak yang dinilai selalu memandang negatif ajang empat tahunan tersebut.
"Kepada semua orang yang melewatkan pertandingan indah kami, emosi, perayaan, tawa, tangis, kekecewaan, dan kegembiraan. Kepada kalian semua yang melewatkan momen ketika anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk menikmati pertandingan indah ini... maaf karena kalian begitu diliputi kebencian dan kritik hingga melewatkan semuanya," tulis Infantino.
Baca Juga: Pertajam Lini Serang Bhayangkara FC Boyong Pemain Makedonia Utara untuk Super League 2026/27
Infantino menilai para pengkritik terlalu sibuk membangun narasi negatif di tengah kegembiraan masyarakat global yang sedang menikmati pertandingan. Pria asal Swiss itu menegaskan dunia saat ini lebih membutuhkan persatuan dibanding perpecahan.
"Saat mereka merayakan, kalian sibuk menabur benih kebencian. Dunia kita membutuhkan cinta, bukan kebencian; toleransi, bukan perpecahan; perayaan, bukan duka."
"Bagi mereka yang menghabiskan waktu dan energi untuk membenci kami, tolong luangkan waktu sejenak untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan pertandingan sepak bola dan benar-benar perhatikan wajah-wajah, mata, serta emosi yang ada."
Baca Juga: Madura United FC Memulai Latihan Perdana, Panaskan Skuat Demi Hadapi Super League 2026/27
Unggahan emosional Infantino itu langsung mendapat balasan sengit dari Tebas. Melalui platform media sosial X, ia menilai sikap defensif tersebut sangat tidak mencerminkan integritas seorang pemimpin organisasi global.
"Hari ini Gianni Infantino telah menulis pesan yang menyedihkan di akun Instagram-nya dan di akun-akun resmi FIFA," tulis Tebas di akun X miliknya.
Tebas menyuarakan kritik terhadap transparansi serta tata kelola organisasi merupakan hal penting yang wajib dijawab secara profesional. Ia menegaskan masukan dari publik bukan bentuk kebencian, melainkan pemenuhan atas asas akuntabilitas lembaga publik.
Baca Juga: Jelang Super League 2026/27, Osmar Loss Gantikan Peran Jan Olde di Dewa United Banten FC
"Tak ada yang menyangkal sepakbola adalah tentang emosi dan persatuan. Namun, transparansi, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas bukanlah bentuk kebencian; itu adalah kewajiban. Lembaga yang kuat tidak akan mendiskreditkan mereka yang mengajukan pertanyaan; mereka justru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut."
Bahkan Tebas mempertanyakan alasan di balik nada defensif yang ditunjukkan Infantino saat merespons pengawasan publik. Ia menilai tuduhan kebencian yang dilemparkan FIFA justru mengindikasikan adanya masalah internal yang ditutup-tutupi dari masyarakat luas.
Artikel Terkait
Demi Keberlanjutan Program, Dua Konfederasi Raksasa Sepakat Pertahankan Gianni Infantino
Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026 Tuai Kritik, Infantino: Ini Murni Demi Olahraga
Pantau 44 Pertandingan Piala Dunia 2026, Gianni Infantino Terbang Sejauh 100 Ribu Kilometer
IOC Tegaskan Tidak Usut Kasus Presiden FIFA Gianni Infantino dan Donald Trump