SportlinkNews - Kontroversi aturan jeda hidrasi/minum di Piala Dunia 2026 terus menjadi perbincangan.
Di tengah kritik yang semakin keras dari suporter, Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya angkat bicara untuk menjelaskan alasan di balik kebijakan yang mewajibkan penghentian pertandingan selama tiga menit pada setiap babak.
Sejak turnamen digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA menerapkan jeda hidrasi ini secara universal pada seluruh pertandingan.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati Usai MotoGP 2026 Kelar
Kebijakan ini berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang hanya memberlakukan water break ketika suhu dan kelembapan mencapai tingkat tertentu.
Langkah tersebut menuai reaksi beragam. Sejumlah pendukung menilai penghentian permainan di setiap babak mengganggu ritme pertandingan.
Bahkan, tidak sedikit yang menuding aturan itu sengaja dibuat untuk membuka ruang tambahan bagi siaran komersial selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Skuad Indonesia Adaptif Hadapi Perubahan Nomor di Asian Games 2026
Sorakan dan protes pun beberapa kali terdengar di berbagai stadion selama fase grup berlangsung. Namun, Infantino membantah keras anggapan bahwa FIFA memperoleh keuntungan finansial dari kebijakan tersebut.
"Tidak ada pendapatan tambahan bagi FIFA karena seluruh perjanjian komersial sudah disepakati jauh sebelum turnamen dimulai. Ini bukan persoalan keuangan, melainkan murni pertimbangan olahraga," kata Infantino.
Menurutnya, cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Amerika Utara menjadi salah satu alasan utama.
Baca Juga: Pembalap McLaren Lando Norris Resmi Jadi Penghuni Madame Tussauds London
Namun FIFA juga mempertimbangkan faktor pemulihan fisik mengingat tim-tim peserta bisa memainkan hingga delapan pertandingan dalam rentang 39 hari.
Infantino menilai pemberlakuan jeda hidrasi di seluruh pertandingan justru menciptakan kesetaraan kompetisi.
Dengan aturan yang berlaku untuk semua laga, setiap tim mendapatkan kesempatan yang sama untuk melakukan penyesuaian taktik maupun pemulihan pemain tanpa dipengaruhi kondisi cuaca yang berbeda-beda.
Baca Juga: Pelita Jaya Curi Gim 3 di Bogor, Tinggal Selangkah Menuju Gelar IBL 2026
FIFA juga meyakini jeda singkat tersebut membantu menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
Menurut Infantino, tambahan waktu istirahat memungkinkan para pemain tetap tampil agresif dan mempertahankan kualitas permainan sepanjang 90 menit.
Meski mendapat kritik pada Piala Dunia 2026, konsep jeda hidrasi diperkirakan tetap menjadi bagian dari sepak bola modern.
Baca Juga: Red Bull Next Gen Cari Talenta Indonesia dari Semua Cabang Olahraga
Aturan tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2014 FIFA World Cup sebagai respons terhadap kekhawatiran dampak suhu tinggi terhadap kesehatan pemain.
Bedanya, setelah turnamen ini berakhir, penerapan water break kemungkinan akan kembali mengikuti kondisi cuaca sebagaimana yang selama ini berlaku di berbagai kompetisi dunia, bukan menjadi aturan wajib pada setiap pertandingan.
Artikel Terkait
Gara-gara FIFA, Mesir Kehilangan Lambang Tujuh Bintang di Jersey Timnasnya di Piala Dunia 2026
FIFA Jamin Bayar Penuh Honorarium Wasit Somalia meski Gagal Tugas di Piala Dunia 2026
FIFA Putuskan Wasit Shaun Evans Bersih dari Tuduhan Rasisme di Piala Dunia 2026
Presiden Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN dan Bidik Piala Dunia 2030
Adukan Wasit ke FIFA, Aljazair Protes Lionel Messi Lolos Kartu Merah