Susul UEFA, Pemerintah Inggris Ikut Tolak Skema FIFA Jual Saham Piala Dunia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 29 Juli 2026 | 16:38 WIB
FIFA World Cup Trophy. (FIFA)
FIFA World Cup Trophy. (FIFA)

SportlinkNews - Rencana FIFA mengomersialkan Piala Dunia lewat skema penjualan saham ke investor terus menuai perlawanan dari berbagai pihak. Kritik tajam kini meluncur langsung dari jajaran pemerintahan di Inggris.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham secara terbuka mengecam langkah kontroversial induk organisasi sepak bola dunia tersebut. Ia menegaskan bahwa hakikat dasar olahraga paling populer ini sama sekali tidak boleh diposisikan sebagai barang dagangan.

Isu ini mencuat setelah FIFA mengumumkan pembentukan badan komersial anyar bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Unit baru tersebut dirancang untuk menyatukan seluruh pengelolaan hak komersial sekaligus operasional pelaksanaan turnamen.

Baca Juga: Mariano Peralta Dilarang Bermain dalam Waktu Dekat, Ini Alasan Igor Tolic

Langkah FIFA yang membuka pintu lebar bagi pemodal asing tersebut langsung memicu reaksi keras di tingkat internasional. Keputusan itu mengindikasikan kepemilikan aset turnamen paling bergengsi di dunia siap dikomersialkan secara bebas.

UEFA menjadi salah satu lembaga pertama yang melayangkan kecaman mendalam. Mereka mengingatkan agar FIFA tidak memperlakukan olahraga ini semata-mata sebagai komoditas bisnis.

Sikap tegas UEFA kini mendapat dukungan kuat dari Burnham yang juga dikenal sebagai pendukung setia Everton. Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga martabat kompetisi dari dominasi para pemilik modal.

Baca Juga: Soroti Rencana League Cup, Van Gastel: Sangat Bagus, Jadwal Pertandingan Bakal Ketat

"Izinkan saya mengatakannya secara gamblang. Sepakbola itu bukan untuk para investor. Itu milik orang-orang yang mengisi tribune dan berdiri di tepi lapangan dari pekan ke pekan, hujan maupun panas," kata Burnham dikutip dari ESPN.

Burnham menilai keberadaan pendukung setia jauh lebih berharga daripada nilai investasi modal. Fanatisme suporter di stadion merupakan fondasi utama yang menghidupkan iklim sepak bola sejatinya.

Selain itu Burnham juga menekankan tradisi panjang Piala Dunia tidak boleh dinilai dengan hitungan angka nominal mata uang. Nilai sejarah turnamen empat tahunan tersebut dirasa terlalu berharga untuk sekadar dijadikan aset komersial.

Baca Juga: Barcelona Menjajaki Transfer Junior Kroupi dari Bournemouth

"Piala Dunia itu bukan produk. Itu kompetisi terhebat di dunia olahraga dan tak pernah jadi milik siapa pun untuk dijual. Kemas penjualan itu sesukamu. Saat Anda menjual sebagian darinya, Anda sudah mengkhianati prinsip," ucapnya.

Upaya pengemasan model bisnis baru tersebut sebagai bentuk penyimpangan dari marwah olahraga. Penjualan porsi kepemilikan turnamen dianggap sebagai tindakan pengkhianatan terhadap prinsip dasar kompetisi.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: ESPN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dani Olmo Kecewa Ayala Berbohong

Rabu, 29 Juli 2026 | 07:19 WIB

Kebobrokan Internal FIGC yang Sulit Dibenahi

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:53 WIB

Jurgen Klopp Fokus Bangun Kekuatan Jerman dari Nol

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20 WIB
X