SportlinkNews - Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya membatalkan proposalnya untuk menjual saham di Piala Dunia setelah mendapat kecaman luas.
Kecaman banyak datang dari berbagai kalangan termasuk dari dalam badan pengatur sepak bola global, dan ancaman boikot oleh negara-negara Eropa.
Infantino telah mengusulkan pembentukan perusahaan senilai $20 miliar untuk menjalankan Piala Dunia dengan investor swasta, termasuk keluarga Kushner, tetapi mendapat penolakan keras.
Baca Juga: Josko Gvardiol Perpanjang Kontrak dengan Manchester City Hingga 2031
Dalam pernyataan pada Jumat malam (31/7/2026), Infantino mengatakan, "Proposal tersebut tidak akan dilanjutkan."
"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek tersebut telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," katanya.
Perubahan haluan ini terjadi setelah dua pejabat senior FIFA mengkritik rencana tersebut pada Jumat pagi.
Baca Juga: Newcastle United Kehilangan Pelatih, Proses Perekrutan Pelatih Baru dalam Tahap Lanjutan
Sikap tegas ditunjukkan dengan satu orang mengundurkan diri sebagai penasihat presiden dan yang kedua mengatakan anggota staf telah ditipu oleh proyek yang tidak boleh dilanjutkan.
Carlos Cordeiro, yang mewakili badan sepak bola tersebut dalam Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, mengundurkan diri sebagai bentuk protes.
"Saya tidak bisa tinggal diam sementara FIFA mempertimbangkan untuk menjual saham di Piala Dunia," kata Cordeiro.
Baca Juga: Kasus Doping Kelar, Chelsea Siap Turunkan Mykhailo Mudryk
Mantan bankir Goldman Sachs itu dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat menyampaikan pengunduran dirinya sebagai penasihat Infantino, dan mendesak staf senior FIFA lainnya untuk angkat bicara.
Beberapa jam kemudian, kepala operasional FIFA, Kevin Lamour, mengeluarkan pernyataan kepada Associated Press.
Artikel Terkait
Fans Inggris Serukan Boikot Piala Dunia, FIFA Cuma Keruk Uang
Gianni Infantino Janjikan Cuan Komersial Piala Dunia untuk 211 Asosiasi Anggota FIFA
Beda Sikap dari UEFA, Presiden Federasi Ceko Dukung Wacana FIFA Jual Saham Piala Dunia
Amerika Serikat Bongkar Jaringan Perdagangan Manusia Selama Piala Dunia 2026