Selain itu, FIFA telah menetapkan skema distribusi dana partisipasi, yakni:
Klub dari Eropa menerima minimal US$38 juta (Rp619 miliar)
Klub dari Oseania seperti Auckland City mendapatkan US$3,5 juta (Rp57 miliar)
Bonus per kemenangan di fase grup: US$2 juta (Rp32,5 miliar)
Uang tambahan untuk mencapai babak 16 besar: US$7,5 juta (Rp122 miliar)
Juara turnamen: US$40 juta (tambahan) (Rp651 miliar)
Dana ini diberikan tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga untuk mendorong klub-klub non-Eropa untuk terus berkembang dan bersaing di level global.
Baca Juga: Pembalap Trackhouse MotoGP Team Ai Ogura Absen di GP Aragon untuk Pemulihan Cedera
Turnamen dengan Risiko Tinggi
Turnamen ini bukan tanpa risiko besar. Pasalnya, setiap pemain berpotensi mengalami kelelahan (fisik maupun mental) termasuk juga potensi cedera yang tinggi.
Hal itu lantaran pemain akan dihadapkan pada jadwal pertandingan yang padat. Usai Piala Dunia Antarklub, para pemain akan menghadapi kompetisi di liga masing-masing selama satu musim yang bisa menimbulkan kejenuhan.
Baca Juga: Kurang Maksimal Bermain Rangkap, Fadia Fokus ke Ganda Putri, Dejan Dapat Pasangan Baru
Yang mengerikan jika timbul resistensi dari pemain yang merasakan kelelahan. Ini tentunya akan berakibat buruk bagi eksistensi klub.
Namun, turnamen ini juga berpeluang besar menghadirkan para pemain top dunia yang hadir membela klubnya masing-masing.
Tentu akan sangat menyenangkan melihat kehadiran para bintang sepak bola seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Vinícius Junior dalam satu momentum yang sama.
Baca Juga: Persib Kembali Lepas Pemain Asingnya, Gervane Kastaneer Hanya Bermain Setengah Musim
Pembagian Grup
Peserta Piala Dunia Antarklub 2025 merupakan klub yang telah lolos di kompetisi kontinental masing-masing dan telah memenuhi koefisien ranking selama empat tahun terakhir yang ditentukan FIFA.
Group A
SE Palmeiras (Brasil)
FC Porto (Portugal)
Al Ahly FC (Mesir)
Inter Miami CF (Amerika Serikat)