Ia mulai menjalani hidup sebagai pesepak bola dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Timnas U-23 Thailand Kalah dari UEA, Persiapan Jelang ASEAN Cup U-23 2025 di Indonesia Ternodai
Salah satu langkah nyatanya adalah lebih sering menghabiskan waktu di pusat latihan, bahkan pada hari libur, untuk menjalani sesi pemulihan dan berlatih dengan fisioterapis.
Hal ini sangat berbeda dengan masa-masa di Barcelona, ketika ia lebih memilih bermain gim NBA 2K atau menonton televisi saat tidak bertanding.
"Di PSG, saya lebih profesional. Dulu saya juga profesional, tapi sekarang lebih dari sebelumnya," kata Dembele seperti dikutip dari A Bola.
Baca Juga: Dampak Konflik Israel-Iran, Inter Milan Krisis Penyerang di Piala Dunia Klub 2025
Ia menambahkan bahwa pengalaman pahit di Barcelona menjadi pelajaran berharga, terutama terkait pemahaman tubuh dan penanganan cedera.
Perubahan itu berbuah manis. Dalam dua musim terakhir di PSG, Dembele hanya absen dalam lima pertandingan, jauh berbeda dibanding masa lalunya.
Kini, ia kembali menunjukkan performa terbaiknya, mencetak 39 gol dan menyumbang 29 assist dari 91 pertandingan di semua kompetisi.
Baca Juga: Hasil AVC Nations Cup 2025: Indonesia Menang 3-1 atas Iran di Perebutan Posisi 5
Kontribusinya juga membawa PSG meraih treble winners musim 2024-2025, termasuk gelar Liga Champions yang sangat dinanti.
Dengan catatan impresif tersebut, Ousmane Dembele pun masuk dalam daftar kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2025.
Dari pemain yang dulu dicap sebagai kaki kaca, kini ia menjelma menjadi simbol kebangkitan dan ketekunan dalam dunia sepak bola.