Vitinha berpengaruh dengan cara yang sama sekali berbeda, dengan umpan-umpannya yang tajam dan presisi yang memungkinkan PSG mengendalikan pertandingan.
Etos kerjanya fenomenal dan penempatan posisinya yang cerdas membantu meredam serangan lawan.
Kedua pemain juga telah menunjukkan kapasitas mereka untuk menciptakan momen-momen penentu di sepertiga akhir lapangan selama Piala Dunia Antarklub.
Baca Juga: Rekor Baru, F1 The Movie Raup Pendapatan Global Rp4,75 Triliun dalam 10 Hari Pemutaran di Bioskop
Mereka masing-masing telah mencetak satu gol, dengan Vitinha memberikan dua assist dan Fernandez tiga, lebih banyak daripada pemain lain di kompetisi ini.
Joao Pedro vs Marquinhos
Baru saja menyelesaikan kepindahannya ke Chelsea dari Brighton & Hove Albion minggu lalu, Joao Pedro telah menunjukkan performa gemilang di tim barunya.
Ia melakoni debutnya sebagai starter untuk The Blues dalam pertandingan semifinal melawan Fluminense dan tampil gemilang, mencetak dua gol gemilang untuk membawa Chelsea meraih kemenangan.
Baca Juga: Kembali ke Lapangan, Dedi Kusnandar Nyaris Frustasi karena Cedera Parah yang Dialaminya
Pemain Brasil ini terampil, cepat, dan klinis, sementara pergerakannya yang lincah membuatnya menjadi mimpi buruk untuk dilawan.
Di final, ia akan menghadapi rekan senegaranya dan salah satu bek terbaik di dunia, Marquinhos.
Sebagai bek tengah yang berkelas dan piawai dalam mengolah bola, Marquinhos adalah pemegang rekor penampilan terbanyak sepanjang masa PSG dan legenda klub.
Baca Juga: Jordi Amat Bersiap Hadapi Kerasnya Kompetisi Super League 2025/26
Selain atribut teknisnya yang luar biasa, kepemimpinan inspiratif pemain berusia 31 tahun ini telah membantu PSG meraih kesuksesan modern.
Jika ia mampu mengalahkan penyerang baru Chelsea yang sedang naik daun, itu bisa sangat membantu timnya untuk meraih gelar juara dunia.