“Saya tahu tentang latar belakang keluarga saya berkat kakek buyut saya (yang berasal dari Malaysia), tetapi saya tidak pernah menyangka suatu hari nanti saya akan memiliki kesempatan bermain untuk tim nasional Malaysia. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang membangun proyek sepak bola yang sangat menarik, yang sangat menggembirakan saya,” kata bek tengah tersebut.
Berdasarkan Pasal 7 tentang status perwakilan tim nasional, FIFA hanya mengizinkan naturalisasi pemain asing yang memiliki hubungan kekerabatan dari kakek-nenek (yaitu, dalam tiga generasi).
FIFA tidak akan menyetujui jika ada hubungan dengan kakek buyut (hingga empat generasi) seperti Facundo Garces.
Baca Juga: Memahami Science di Balik Bola Voli
Malaysia bersikeras bahwa semua naturalisasi telah mematuhi persyaratan dan peraturan FIFA. Namun, jika ada pengaduan, badan sepak bola tertinggi dunia tersebut dapat melakukan investigasi.
Jika terbukti melanggar hukum, Malaysia dapat dilarang berkiprah di dunia sepak bola selama beberapa tahun, seperti halnya Timor Leste.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) belum memberikan komentar terkait masalah ini.
Baca Juga: Bertemu Marciano Norman, FKONITA Menyampaikan Tiga Sikap
Sementara itu, Facundo Garces segera "memperbaiki masalah" tersebut dengan sebuah unggahan di laman pribadinya: "Ini salah ketik. Saya punya nenek keturunan Malaysia. Saya merasa terhormat mengenakan seragam tim nasional. Sampai jumpa lagi."
Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN)