Pada menit ke-9, Janji Akinpelu membuka keunggulan lewat eksekusi penalti, membawa tim tamu unggul 1-0.
PSV mencoba bangkit, tetapi serangan mereka kerap terhenti di lini pertahanan Union. Justru tim tamu yang semakin percaya diri.
Menit 30, PSV Eindhoven hampir saja menyamakan kedudukan, tapi sayang serangan itu masih dinyatakan offside. Itu menjadi kesempatan pertama yang nyata untuk PSV menyamakan kedudukan dalam pertandingan ini, sayangnya belum terjadi.
Baca Juga: China Masters 2025: Putri KW Jaga Tren Positif, Amallia/Lanny Masih Perlu Waktu
Sebaliknya, mereka lagi-lagi kebobolan. Menit ke-39, Anouar Ait El Hadj menggandakan keunggulan Union lewat tembakan terukur di kotak penalti. Kedudukan 2-0 untuk Union pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSV berusaha meningkatkan tempo permainan di 10 menit pertama. Beberapa peluang tercipta, termasuk nyaris memperkecil ketertinggalan lewat Ruben van Bommel, namun penyelesaian akhir belum maksimal.
Peluang itu membuat PSV semakin termotivasi untuk menciptakan satu gol yang akan membedakan laga ini. Apalagi para pemain Royale Union mulai terlihat kelelahan.
Baca Juga: Tunggu Menpora Baru Hari Rabu, Bisik-bisik Istana Sebut Sosok Ini
Meski begitu, pertahanan Union tetap disiplin mengurung lawan mereka. Ini dilakukan mereka hampir sepanjang pertandingan dan berusaha melakukan serangan balik, namun belum berhasil menambah gol dan memimpin.
Hingga akhirnya di menit ke-81. Satu gol hasil dari Kevin Mac Allister yang mengirim umpan matang akhirnya berbuah gol ketiga untuk tim tamu. PSV baru bisa memperkecil kedudukan di menit akhir (90’) lewat sepakan Ruben van Bommel.
Hingga peluit panjang, skor 3-1 untuk kemenangan Union Saint-Gilloise tak berubah. Hasil ini membuat Union membawa pulang tiga poin berharga dari Belanda, sementara PSV harus segera berbenah jika ingin menjaga peluang di fase grup Liga Champions musim ini.