- M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
SportlinkNews - Berat. Inilah situasi yang saat ini dihadapi khususnya FIFA (Federation Internationale de Football Association) dan umumnya UEFA (Union of European Football Association).
Bak pepatah pelanduk mati di tengah, satu sisi PBB dan sisi lain Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 di tiga negara, selain USA, Kanada, dan Meksiko.
Trump tampaknya tidak main-main. Sebagai komandan dari sekutu Israel sebagaimana disampaikan juru bicaranya menegaskan, Trump memastikan Israel akan tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026, sebagaimana dikutip Sky News.
Baca Juga: Boikot Israel di Piala Dunia 2026
Bahkan pihaknya tak segan untuk berdiplomasi dengan UEFA dan FIFA. Marco Rubio, Menlu USA, akan melakukan gerakan diplomatik untuk memastikan bahwa Israel tidak disanksi baik oleh UEFA apalagi FIFA.
Sikap ini bertolak belakang dengan pandangan Trump terhadap Iran. Akibat negeri itu sempat memporak-porandakan Israel lewat serangan dahsyatnya, secara tegas meminta FIFA melarang Iran tampil di putaran final PD 2026.
Kekuatan Besar
PBB dengan kekuatan 4 dari 5 negara pemilik hak veto, China, Rusia, Inggris, dan Prancis juga sudah secara tegas meminta UEFA dan FIFA mencoret Israel lantaran terbukti melakukan genosida di Gaza.
Tekanan semacam ini belum pernah terjadi dalam event apa pun. Akibatnya UEFA dan FIFA benar-benar dalam keadaan rumit.
Baca Juga: Dampak Sanksi FIFA, FAM Ajukan Banding Demi Selamatkan Pemain Naturalisasi Malaysia
Dua kekuatan dunia saling tarik-menarik dan menekan mereka begitu rupa. Pertanyaannya, mampukah kedua organisasi sepakbola besar itu keluar dari situasi rumit ini?
Inilah yang ditunggu oleh sedikitnya para penggila bola di 153 negara. Negara yang secara tegas sudah mengakui Palestina Merdeka dan secara bersama menegaskan Israel melakukan kejahatan Genosida.
Berbeda dengan Iran yang sudah lolos dan memiliki tiket resmi putaran final, Israel yang hingga saat ini masih bertarung di grup I zona Eropa.
Baca Juga: Kim/Seo Masih Perkasa, Fajar/Fikri Harus Puas Jadi Finalis Korea Open 2025
Dalam klasemen sementara Israel berada di posisi ketiga, di bawah Norwegia di peringkat pertama dengan 15 poin dan Italia di posisi kedua, hanya saja poinnya sama-sama 9 dengan Israel. Italia memiliki selisih gol plus 5 (12-7) sedangkan Israel plus 4 (15-11).