SportlinkNews - Ungkapan “percaya proses” menjadi kunci utama di balik keberhasilan tim nasional Tanjung Verde melangkah ke Piala Dunia 2026.
Tim berjuluk The Blue Sharks itu menorehkan sejarah dengan memastikan tiket ke turnamen sepak bola terbesar dunia untuk pertama kalinya.
Keberhasilan tersebut diraih setelah Tanjung Verde memuncaki Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika.
Baca Juga: FIBA EuroBasket 2025 Cetak Rekor Baru, Impresi Media Sosial Tembus 9,2 Miliar
Posisi puncak klasemen dikunci lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Eswatini di Stadion Nasional Praia, Senin (13/10/2025) waktu setempat.
Capaian ini terbilang luar biasa mengingat Tanjung Verde merupakan negara dengan populasi terkecil kedua yang tampil di Piala Dunia.
Banyak pihak semula tak menyangka tim ini mampu bertahan di grup berat, apalagi menyingkirkan nama besar seperti Kamerun.
Baca Juga: Patrick Kluivert Terancam Dipecat, PSSI Bisa Keluarkan Kompensasi Rp22 Miliar
Salah satu kunci sukses Tanjung Verde terletak pada konsistensi dan pembangunan fondasi tim yang kuat.
Pelatih Pedro Leitao Brito, yang lebih dikenal dengan nama Bubista, menjadi arsitek utama di balik transformasi tim ini.
Ia mulai menangani tim nasional sejak Januari 2020, memimpin proyek jangka menengah yang membuahkan hasil gemilang setelah lima tahun.
Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab Shin Tae-yong Dipecat PSSI Menurut Andre Rosiade
Meski kariernya sebagai pemain tidak terlalu menonjol—dengan 21 caps bersama Tanjung Verde pada periode 1989–2005—Bubista berhasil membangun skuad yang solid.
Di tengah masa-masa sulit, Federasi Sepak Bola Tanjung Verde (FCF) tetap memberikan kepercayaan penuh kepadanya, alih-alih melakukan pergantian pelatih seperti yang umum terjadi di negara lain.