Pihak Malaysia sendiri dikabarkan masih meyakini bahwa tidak ada unsur pemalsuan dalam proses naturalisasi para pemain tersebut.
Baca Juga: Bali United FC Siapkan Strategi Matang Redam Serangan Persib Bandung
Namun, FIFA disebut menemukan perbedaan data yang dianggap melanggar aturan administratif yang berlaku.
“FIFA berupaya memastikan tidak ada kelalaian prosedural atau administratif yang bisa memengaruhi integritas keputusan mereka,” lanjut sumber tersebut.
Sikap hati-hati yang ditunjukkan FIFA mencerminkan bahwa lembaga tertinggi sepak bola dunia itu memandang kasus ini sebagai persoalan serius.
Baca Juga: Kylian Mbappe Terima Penghargaan Golden Boot, Cetak 44 Gol dalam Musim Debutnya di Real Madrid
Dugaan pemalsuan dokumen bukan hanya sekadar pelanggaran administratif, tetapi bisa berdampak luas terhadap integritas kompetisi dan mekanisme naturalisasi pemain di berbagai negara.
Langkah tegas FIFA juga dinilai sebagai bentuk penegasan standar baru dalam penanganan kasus serupa di masa mendatang.
Proses yang teliti dan tidak terburu-buru ini menjadi sinyal bahwa FIFA ingin menjaga keadilan dan kredibilitas sepak bola internasional.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A Pekan ke-10: Napoli Ditantang Como dan Tim Jay Idzes Bakal Diuji Genoa
“Mereka tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan."
"FIFA memahami betul sensitivitas kasus ini, bukan hanya bagi sepak bola Malaysia, tetapi juga untuk penanganan kasus naturalisasi dan penilaian kelayakan di seluruh dunia di masa depan,” tutup sumber tersebut.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)