SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini berada di tengah krisis paling serius dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Setelah Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mempublikasikan bukti baru, peluang Malaysia untuk membela diri semakin kecil.
Bukti tersebut menunjukkan bahwa tujuh pemain naturalisasi mereka diperoleh secara ilegal, menimbulkan guncangan besar di dunia sepak bola Asia Tenggara.
Baca Juga: Alberto Hengga: Garuda Muda Siap Tempur Hadapi Zambia di Laga Perdana Piala Dunia U-17
Komentator dan pakar sepak bola Vietnam, Quang Huy, menilai FAM kini tidak memiliki dasar kuat untuk membantah temuan FIFA.
Dalam kanalnya, Quang Huy Story, ia menyebutkan bahwa investigasi masih berlangsung, tetapi bukti baru dari FIFA menjadi “pukulan telak” yang membuat Malaysia sulit berkelit.
Kasus ini bermula dari penyelidikan terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia: Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Baca Juga: Enzo Maresca: Moises Caicedo adalah Salah Satu Gelandang Bertahan Terbaik Dunia
FAM sebelumnya menyatakan bahwa para pemain ini memiliki garis keturunan Malaysia. Namun, penyelidikan FIFA menemukan fakta berbeda.
Salah satu bukti paling mencolok datang dari media Argentina, Capital de Noticias, yang menerbitkan dokumen kelahiran asli kakek Facundo Garces, Carlos Rogelio Fernandez.
Dokumen itu menegaskan bahwa Fernandez lahir di Santa Fe, Argentina, bukan di Penang seperti klaim yang disampaikan FAM.
Baca Juga: Arne Slot Tenang Hadapi Kritik, Disebut Punya Mentalitas seperti Johan Cruyff
Dengan temuan ini, FIFA menyimpulkan bahwa garis keturunan yang digunakan untuk melegalkan status Garces sebagai warga Malaysia adalah palsu.