SportlinkNews - Fase grup Piala Dunia U-17 FIFA 2025 di Qatar resmi berakhir dengan meninggalkan jejak sejarah luar biasa.
Dari rekor gol bersejarah, kemenangan terbesar sepanjang masa, hingga debut kemenangan negara-negara baru di turnamen dunia, ajang ini kembali membuktikan pesonanya sebagai panggung lahirnya keajaiban sepak bola muda.
Turnamen yang diikuti 48 negara ini mencatat momen-momen tak terlupakan, termasuk lahirnya gol ke-2.500 sepanjang sejarah Piala Dunia U-17.
Adalah Gabrijel Sivalec dari Kroasia yang menorehkan catatan bersejarah itu lewat sepakan keras dari tepi kotak penalti saat membawa negaranya menang 3-0 atas Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Empat Wakil Indonesia Mundur dari Australian Open 2025, SEA Games Thailand Jadi Prioritas
Namun, sorotan terbesar datang dari Maroko yang mencatatkan kemenangan terbesar dalam sejarah turnamen.
Tim asal Afrika Utara itu menghancurkan New Caledonia dengan skor mencolok 16-0, memecahkan rekor kemenangan terbesar sepanjang masa. Dua kartu merah yang diterima tim lawan membuat hujan gol tak terhindarkan di Grup B.
Sementara itu, di laga lain, Toni Langsteiner dari Jerman menorehkan gol tercepat fase grup saat membobol gawang Kolombia hanya dalam waktu 16 detik, menjadikannya gol tercepat ketiga sepanjang sejarah turnamen.
Baca Juga: MotoGP Valencia: Ajang Pertarungan Pamungkas Pembalap di Musim 2025, Siapa yang Bakal Menang?
Tak mau kalah, Luca Williams-Barnett (Inggris) dan Noah Fernandez (Belgia) juga menorehkan gol cepat di bawah satu menit, memperkaya daftar catatan spesial di Qatar.
Tak ketinggalan, Rene Mitongo dari Belgia juga menorehkan sejarah sebagai pemain kelima yang mencetak empat gol dalam satu laga di Piala Dunia U-17.
Ia bergabung dengan nama-nama besar seperti Kelechi Iheanacho dan Souleymane Coulibaly dalam daftar eksklusif tersebut.
Dari sisi statistik unik, Jepang jadi tim yang mencatat 35 tembakan tanpa gol saat bermain imbang tanpa skor melawan Kaledonia Baru, rekor tembakan terbanyak tanpa hasil di turnamen kali ini.
Baca Juga: Akhirnya, Kemenangan Kandang Pertama Bagi Madura United FC dan PSBS Biak di Pekan ke-12 Super League
Meski begitu, hasil tersebut tetap menjadi momen spesial bagi Kaledonia Baru karena merupakan clean sheet pertama mereka di ajang Piala Dunia.
Sementara itu, Kanada akhirnya menuliskan babak baru dalam sejarah mereka.
Setelah 24 pertandingan tanpa kemenangan di delapan edisi sebelumnya, tim asal Amerika Utara itu meraih kemenangan pertama mereka di percobaan ke-25 dengan menaklukkan Uganda lewat laga comeback dramatis.
Tidak hanya itu, Swiss juga menorehkan pencapaian luar biasa dengan memperpanjang rekor kemenangan beruntun menjadi delapan pertandingan, menyamai rekor legendaris milik Brasil antara 2017–2023.
Baca Juga: Derby Mataram Catat Jumlah Penonton Terbanyak di Pekan ke-12 Super League 2025/26
Meski rekor mereka akhirnya berhenti di tangan Korea Selatan, namun Swiss tetap memperpanjang catatan tak terkalahkan hingga sepuluh laga.
Dari sisi individu, Vit Skrkon dari Republik Ceko mencatat hat-trick tercepat dalam sejarah fase grup. Ia hanya membutuhkan tujuh menit untuk mencetak tiga gol saat membantu timnya menang telak 6-1 atas Tajikistan.
Catatan ini menyamai rekor milik David Rodriguez-Fraile dari Spanyol yang terjadi 28 tahun lalu di Mesir 1997.
Di papan klasemen, Grup K menciptakan keunikan tersendiri. Empat tim yang menghuni grup ini, Prancis, Kanada, Uganda, dan Chile semuanya finis dengan raihan empat poin.
Baca Juga: Setelah Kapadze, Kini Giliran Heimir Hallgrimsson Dikabarkan Masuk Radar PSSI
Berdasarkan selisih gol, Prancis berhak memuncaki klasemen meski hanya mencetak dua gol, menjadi juara grup dengan jumlah gol terendah sejak Korea Selatan pada 2015.
Kanada melangkah ke babak 32 besar berkat keunggulan head-to-head atas Uganda, sementara Chili tersingkir dengan selisih gol tipis.
Fakta menarik lainnya datang dari Diego Placente, pelatih Argentina yang memenangi enam laga fase grup secara beruntun di dua level usia berbeda, tiga di Piala Dunia U-20 dan tiga di U-17 tahun ini.
Catatan ini mempertegas reputasinya sebagai salah satu pelatih muda paling sukses di sepak bola Argentina.
Baca Juga: OCA Tegaskan Hanya Akui Federasi Nasional yang Diakui NOC
Terakhir, dua kisah emosional tercipta di akhir fase penyisihan. Indonesia dan Uganda akhirnya mencatatkan kemenangan pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia pria.
Indonesia melakukannya lewat kemenangan 2-1 atas Honduras, sementara Uganda membuat kejutan besar dengan menumbangkan Prancis 1-0 dan lolos ke babak gugur.
Dari rekor, kejutan, hingga pencapaian perdana, fase grup Piala Dunia U-17 2025 di Qatar benar-benar menghadirkan cerita penuh warna. Sejarah baru telah tercipta dan dunia kini menanti, siapa yang akan menulis bab berikutnya di fase gugur nanti.