SportlinkNews - Informasi terkait timnas sepak bola U-22 Kamboja membuat media Thailand sangat bingung.
Menurut informasi terbaru, pada Rabu 26 November, Komite Olimpiade Kamboja (NOCC) mengirimkan surat kepada Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) dan Komite Penyelenggara SEA Games ke-33 (THASOC).
Surat tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam 8 cabang olahraga, termasuk sepak bola, sepak takraw, petanque, gulat, serta seni bela diri judo, karate, pencak silat, dan wushu.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Kompetisi Resmi SEA Games 33 Thailand
Setelah itu, media Thailand, Daily News, menerbitkan artikel berjudul: "Mereka tidak tahu apa-apa, tim U-22 Kamboja tetap berlatih seperti biasa meskipun telah mengundurkan diri dari SEA Games."
Menurut artikel ini, tim U-22 Kamboja sendiri kemarin tidak tahu bahwa mereka tidak akan menghadiri SEA Games.
"Mereka benar-benar buta! Meskipun Komite Olimpiade Kamboja telah mengonfirmasi bahwa mereka akan mundur dari sepak bola, tim U-22 Kamboja masih berlatih dengan penuh semangat.
Baca Juga: Bermain Olahraga Remaja Dikaitkan dengan Kesehatan Mental yang Lebih Baik pada Orang Dewasa
Kamboja U-22 baru saja menjalani sesi latihan perdana, termasuk dua pemain yang bermain di luar negeri, dari Selandia Baru dan Kanada.
Namun, pada malam di hari yang sama (26 November), Komite Olimpiade Kamboja mengirimkan surat yang mengonfirmasi pembatalan partisipasi dalam 8 cabang olahraga, termasuk sepak bola putra dan putri," lapor Daily News.
Menurut sebuah surat kabar Thailand, terlihat bahwa Kamboja memutuskan untuk mundur dari sepak bola dengan cara yang sangat mengejutkan, sampai-sampai tim U-22 negara itu pun "buta terhadap informasi tersebut".
Baca Juga: Asean School Games 2025: Indonesia Berjaya di Nomor Perorangan
Di sepak bola putra, mundurnya Kamboja U-22 hanya menyisakan dua tim di Grup A (Thailand dan Timor Leste).
Di sepak bola putri, Kamboja juga berada di Grup A bersama tuan rumah, Singapura, dan Indonesia. Surat kabar Thailand, Siamsport, melaporkan bahwa penyelenggara kemungkinan harus melakukan pengundian ulang untuk sepak bola.