SportlinkNews - Pelatih timnas Malaysia, Peter Cklamovski, mendapat sedikit penghiburan dari pencapaian timnas U-22 Malaysia di tengah situasi sulit yang menimpa skuad senior Harimau Malaya akibat sanksi berat dari FIFA.
Saat timnas senior harus menanggung konsekuensi pelanggaran serius, keberhasilan tim muda merebut medali perunggu SEA Games 2025 menjadi penawar kekecewaan bagi publik sepak bola Malaysia.
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebelumnya dipastikan menerima hukuman dari FIFA terkait pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi tujuh pemain.
Baca Juga: Persib Kehilangan Frans Putros di Dua Pertandingan, Bojan Hodak Tidak Khawatir
Pelanggaran tersebut berujung pada keputusan FIFA yang menyatakan Malaysia kalah 0-3 dalam tiga pertandingan internasional level FIFA Matchday yang sempat dimainkan oleh pemain naturalisasi ilegal.
Tiga laga yang dimaksud adalah pertandingan melawan Cape Verde yang awalnya berakhir imbang 1-1, kemenangan 2-1 atas Singapura, serta kemenangan tipis 1-0 kontra Palestina.
Dengan keputusan disiplin tersebut, seluruh hasil di lapangan dianulir dan diganti dengan kekalahan 0-3.
Baca Juga: Kesatria Boyong Pemain Keturunan Amerika-Pantai Gading ke Solo untuk Musim 2026
Dampaknya cukup signifikan karena Malaysia akhirnya gagal mempertahankan status tak terkalahkan sepanjang kalender internasional 2025.
Di tengah tekanan besar terhadap timnas senior, kabar positif justru datang dari level usia muda.
Timnas U-22 Malaysia yang ditangani Nafuzi Zain sukses mengamankan medali perunggu cabang sepak bola putra SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Baca Juga: Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool Demi Bermain di Afrika
Pencapaian ini menjadi sorotan karena diraih melalui perjalanan yang tidak mudah.
Harimau Muda melangkah ke semifinal dengan status runner-up terbaik, unggul tipis dari Timnas U-22 Indonesia berkat selisih satu gol di fase grup.