internasional

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Kembali Menggema

Senin, 12 Januari 2026 | 20:51 WIB
Piala Dunia 2026 hadir di TVRI untuk penikmat sepak bola Indonesia.

SportlinkNews - Gelombang ajakan memboikot Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini ramai di media sosial. Banyak netizen mengaitkan penolakan ini dengan kebijakan politik pemerintah AS yang dipimpin oleh Donald Trump.

Piala Dunia edisi ke-23 itu dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni 2026 dengan total 48 peserta dari seluruh dunia. Meski tiga negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan, sebagian besar pertandingan akan berlangsung di berbagai kota AS.

Namun, menjelang kick-off yang makin dekat, suara protes mulai terdengar dari berbagai penjuru platform digital. Seruan boikot terhadap Piala Dunia 2026 muncul dengan beragam alasan yang dilontarkan para pendukung dan pengkritik.

Baca Juga: Tersingkir dari Piala FA, Statistik Mengerikan di Balik Musim Manchester United Terungkap

Berdasarkan laporan Newsweek sejumlah pendukung gerakan boikot menunjuk pada harga tiket pertandingan. Menurut mereka harga yang ditawarkan terlalu tinggi sebagai salah satu alasan utama untuk menolak datang langsung ke stadion.

Baru-baru ini, boikot terhadap Piala Dunia 2026 juga berkaitan dengan kebijakan pemerintahan Trump yang dinilai kontroversial, termasuk sikap kerasnya dalam soal imigrasi dan tindakan politik terhadap negara lain yang memicu reaksi di luar AS.

Kebijakan tersebut mencakup langkah untuk memperketat aturan imigrasi di AS. Selain itu operasi internasional yang dilakukan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang mendapat kecaman luas dari berbagai pihak.

Baca Juga: Barcelona Rebut Kembali Piala Super Spanyol dari Real Madrid

Trump juga menuai kritik atas rencananya untuk menargetkan kartel narkoba di Meksiko, yang menurut lawan politiknya meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut dan kemudian mempengaruhi citra AS di mata publik global.

Selain itu, rencana Trump yang pernah mencuat terkait potensi mengintegrasikan Greenland ke dalam wilayah AS juga memperburuk persepsi sejumlah kelompok yang kini mendesak boikot acara olahraga terbesar itu.

Fenomena boikot ini mengingatkan kembali pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika seruan serupa muncul sebagai bentuk protes terhadap kondisi hak asasi manusia dan isu-isu sosial lainnya di negara tuan rumah.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB