SportlinkNews - Manchester City menghadapi situasi sulit setelah menelan kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt pada lanjutan Liga Champions 2025/26, Rabu (21/1) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat langkah The Citizens di kompetisi Eropa semakin berada dalam tekanan.
Kekalahan di Stadion Aspmyra itu datang hanya beberapa hari setelah Manchester City takluk 0-2 dari Manchester United pada laga Derby Manchester di Liga Primer 2025/26. Rentetan hasil negatif tersebut membuat performa pasukan Pep Guardiola menjadi sorotan.
Bodo/Glimt tampil agresif sejak awal dan memanfaatkan situasi dengan baik. Dua gol Kasper Hogh di babak pertama memberi keunggulan signifikan bagi tuan rumah, sebelum Jens Petter Hauge menambahnya selepas turun minum.
Baca Juga: Audi Resmi Luncurkan Mobil Balap F1 R26 Siap Jalani Debut di Musim 2026
Rayan Cherki sempat memperkecil kedudukan. Namun, kartu merah yang diterima Rodri membuat upaya kebangkitan Manchester City terhenti dan makin menyulitkan mengontrol jalannya pertandingan.
Manajer Manchster City, Pep Guardiola mengaku anak asuhnya sedang berada dalam periode penuh tekanan. Hanya saja, ia menolak anggapan kekalahan itu terjadi karena timnya memandang remeh lawan.
"Segala sesuatunya seolah berbalik melawan kami. Kami kehilangan pemain-pemain kunci yang biasanya memberikan stabilitas, dan saat ini tim terasa sedikit rapuh," kata Guardiola di laman resmi Manchester City.
Baca Juga: Persik Kediri Masih Berburu Striker Asing yang Mumpuni Demi Hadapi Super League 2025/26
Guardiola menilai masalah utama yang dihadapi Manchester City berkaitan dengan konsistensi dan kekuatan mental sejak memasuki tahun baru. Situasi ini diperparah oleh jadwal padat yang harus segera dihadapi.
"Rasanya segala sesuatu yang bisa berjalan salah, benar-benar terjadi. Itu adalah fakta yang harus kami terima dan segera kami ubah," ucapnya.
Di Liga Primer, Manchester City tercatat belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Kondisi tersebut membuat Erling Haaland dan kawan-kawan tertinggal tujuh poin dari Arsenal yang kini berada di puncak klasemen.
"Kami harus bangkit kembali, hasil sejak 2025 tidak bagus, baik di Liga Primer maupun di sini [Liga Champions]," tutur pria asal Spanyol tersebut.
Sementara di Liga Champions, Manchester City belum sepenuhnya aman. Mereka wajib meraih kemenangan pada laga terakhir fase liga melawan Galatasaray demi mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar.