SportlinkNews - Polisi Malaysia telah mengungkapkan informasi terbaru mengenai penyelidikan terhadap penipuan naturalisasi pemain.
Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) telah mengidentifikasi dua individu yang diyakini terlibat dalam pemalsuan dokumen terkait tujuh pemain dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Dokumen palsu ini diserahkan ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan ditemukan, yang mengakibatkan hukuman berat bagi FAM.
Baca Juga: Pimpinan Asosiasi Sepak Bola Malaysia Mundur Massal, Alasan Mengejutkan
Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Malaysia (CCID), Datuk Rusdi Mohd Isa, mengatakan upaya untuk menemukan kedua tersangka sedang dilakukan untuk membantu penyelidikan.
Ia menyatakan bahwa, hingga saat ini, polisi telah menerima total 45 laporan terkait insiden tersebut, termasuk satu yang diajukan oleh FAM.
“Sebanyak 43 saksi, termasuk perwakilan FAM, Kantor Pendaftaran Sipil (JPN), dan warga negara, telah diwawancarai untuk menyelesaikan penyelidikan kasus ini,” umumkan Datuk Rusdi Mohd Isa.
Baca Juga: Falcons Beri Ujian Berat, LavAni Amankan Kemenangan 3-1 di Proliga 2026
Menurut Rusdi, penyelidikan awal menunjukkan bahwa proses naturalisasi untuk tujuh pemain yang bermain dalam pertandingan melawan tim nasional Vietnam telah dilakukan dengan benar, sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sesuai dengan hukum Malaysia saat ini.
Beliau menyatakan bahwa fokus penyelidikan saat ini adalah pada unsur-unsur penipuan dan pemalsuan dokumen selama proses pendaftaran pemain untuk diajukan ke FIFA, badan pengatur sepak bola dunia.
“Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 420 KUHP, yang membawa hukuman penjara minimal satu tahun dan maksimal 10 tahun, beserta hukuman cambuk dan kemungkinan denda,” tambah Rusdi.
Baca Juga: Roma 2-0 VfB Stuttgart: Dua Gol Menakjubkan Pisilli untuk Wujudkan Mimpi Europa League
Rusdi juga menegaskan bahwa PDRM berkomitmen untuk memastikan transparansi dan integritas dalam penyelidikannya untuk menjamin keadilan dan tidak menutupi kesalahan pihak mana pun.
Berbicara kepada Scoop, Rusdi Mohd Isa mengkonfirmasi bahwa pihak berwenang saat ini sedang memverifikasi informasi tentang para tersangka sebelum membuat pengumuman publik apa pun.