SportlinkNews - Polemik soal ketimpangan finansial di Liga Pro Arab Saudi kembali mencuat setelah megabintang Cristiano Ronaldo melontarkan kekecewaannya terhadap minimnya dukungan transfer untuk Al Nassr.
Namun kali ini, sang kapten mendapat pembelaan dari sosok yang tak terduga, yakni sang pelatihnya sendiri, Jorge Jesus.
Ronaldo sempat absen dalam dua laga liga awal bulan ini sebagai bentuk protes terhadap apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan ekonomi di kasta tertinggi sepak bola Saudi.
Baca Juga: Heboh Carlo Ancelotti Ciuman dengan Tiga Wanita Brasil Sekaligus di Depan istrinya
Ia menilai aktivitas belanja Al Nassr di bursa musim dingin jauh tertinggal dibanding rival utama mereka, Al Hilal, yang memperkuat skuad secara agresif, termasuk dengan mendatangkan Karim Benzema.
Jesus, yang pernah menukangi Al Hilal, merasa memahami kedua sisi situasi tersebut. Ia mengakui bahwa klub lamanya memang memiliki daya finansial lebih besar.
Menurutnya, Al Nassr harus bekerja lebih keras untuk menutup jarak itu dan tetap kompetitif dalam perburuan gelar.
Baca Juga: Kecelakaan Formula E, Mobilnya Hancur tapi Izzy Hammond Tetap Cantik Berseri
Meski demikian, narasi "ketertinggalan" tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan data. Sejak kedatangan Ronaldo, Al Hilal memang mencatat pengeluaran transfer lebih tinggi.
Namun Al Nassr tetap menjadi salah satu klub dengan belanja terbesar kedua di liga. Itu belum termasuk nilai kontrak fantastis Ronaldo yang disebut mencapai ratusan juta dolar selama tiga tahun.
Di tengah kontroversi itu, fokus Al Nassr musim ini justru menunjukkan perkembangan positif. Mereka kini hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen, sebuah situasi yang jarang terjadi dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Benfica Vs Real Madrid: Mbappe Kembali Beraksi
Dalam dua musim penuh bersama Ronaldo, selisih poin mereka dengan pemuncak bahkan sempat menembus dua digit.
Menariknya, kekuatan Al Nassr musim ini bukan semata pada lini serang yang dihuni Ronaldo. Justru sektor pertahanan tampil solid dengan rekor kebobolan terbaik kedua di liga dan jumlah tembakan ke gawang paling sedikit yang diterima.
Intensitas pressing tinggi juga menjadi senjata ampuh, terbukti dari tujuh gol yang lahir lewat skema serangan balik, terbanyak di kompetisi.
Kehadiran pemain seperti Kingsley Coman dan Joao Felix turut memberi variasi di lini depan, tetapi fondasi pertahanan disiplin menjadi pembeda dalam persaingan ketat musim ini.