Jan Riekerink menambahkan bahwa gol pertama yang dicetak lawan terjadi karena miskomunikasi di lini belakang. Meski demikian, ia mengakui timnya juga belum mampu menciptakan banyak peluang bersih di babak pertama.
“Sejujurnya, meskipun kami bermain lebih baik, kami tidak menciptakan banyak peluang," aku Riekerink.
"Terutama di fase akhir serangan, mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka tim yang kuat secara fisik,” katanya.
Baca Juga: Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Champions Leg 1 Hari Kedua
Memasuki babak kedua, Dewa United kembali kebobolan dari situasi bola mati. Namun perubahan taktik kemudian dilakukan untuk meningkatkan daya serang tim.
“Gol kedua berasal dari situasi tendangan bebas. Meski begitu, saya tetap percaya kepada tim."
"Kami sudah menyiapkan skenario jika harus mencetak gol. Pada momen itu kami memutuskan untuk bermain lebih oportunis,” lanjutnya.
Baca Juga: Menang dari Arema FC Jadi Modal Kuat Bali United FC Hadapi Persis Solo
Perubahan tersebut terbukti membawa Dewa United berhasil menyamakan kedudukan melalui dua gol Damion Lowe.
“Setelah perubahan tersebut kami mulai menciptakan peluang dan berhasil mencetak dua gol," lanjut Riekerink.
“Mereka juga memiliki satu peluang bagus di akhir laga, tetapi jika sedikit lebih beruntung kami sebenarnya bisa mencetak gol ketiga dan menang 3-2."
"Namun pada akhirnya kami harus tersingkir dari kompetisi ini, dan tentu saja itu bukanlah tujuan kami,” ujar Jan Olde Riekerink.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)