SportlinkNews - Ketegangan geopolitik yang memuncak antara Teheran dan Washington kini merembet ke arena hijau, memicu ketidakpastian besar bagi partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Meski situasi di Timur Tengah kian memanas, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tetap memegang teguh status keanggotaan Iran dalam turnamen akbar tersebut.
Sikap skeptis mengenai kehadiran Iran pertama kali mencuat melalui pernyataan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer saat ini sangat mempersulit negaranya untuk mengirimkan tim nasional ke Piala Dunia 2026 yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat.
Donyamali merujuk pada peristiwa gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, oleh pihak Amerika Serikat sebagai titik nadir hubungan kedua negara. Kejadian tersebut menciptakan sentimen nasional yang sangat kuat di Iran untuk menarik diri dari segala bentuk interaksi dengan Negeri Paman Sam tersebut.
Baca Juga: Barcelona Merayakan Hari Pemilihan dengan Penampilan Lima Bintang dalam Kemenangan atas Sevilla
Menanggapi gejolak ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan yang memanaskan suasana. Ia menegaskan secara prosedural, skuad Team Melli tetap diperbolehkan masuk ke wilayahnya untuk bertanding di Piala Dunia.
Namun, pernyataan Trump diikuti dengan peringatan keras mengenai aspek keamanan bagi para pemain dan staf Iran selama berada di sana. Ia secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahannya tidak bisa menjamin keselamatan para penggawa tim nasional Iran di tanah Amerika.
Hingga saat ini, ancaman pengunduran diri Iran dari panggung dunia tersebut memang belum dikukuhkan secara administratif. Baik FIFA maupun Federasi Sepakbola Iran belum merilis dokumen resmi yang menyatakan pembatalan keikutsertaan mereka.
Baca Juga: Como 2-1 Roma: Fabregas Kecam Gasperini atas Ketidakhormatan
Ketiadaan pernyataan resmi ini juga menjadi landasan bagi AFC untuk tetap memasukkan Iran dalam daftar kontestan. Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, mengonfirmasi sejauh ini Iran masih tercatat sebagai peserta aktif yang akan berlaga.
"Ini adalah momen yang sangat emosional. Semua orang mengatakan banyak hal," ujar Windsor sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Windsor menambahkan keputusan akhir mengenai keberangkatan tim sepenuhnya merupakan wewenang federasi nasional masing-masing negara. Menurut pantauan AFC, komunikasi internal dengan pihak federasi Iran masih menunjukkan komitmen untuk tetap berangkat.
Baca Juga: Soal Regulasi Balap F1 2026, Max Verstappen: Itu Bukan yang Disukai Penggemar F1 Sejati
"Pada akhirnya, federasi lah yang harus memutuskan apakah mereka akan bermain, dan hingga hari ini, federasi telah memberi tahu kami bahwa mereka akan berangkat ke Piala Dunia," ucapnya.
AFC juga menekankan pentingnya kehadiran Iran sebagai salah satu kekuatan sepakbola di Asia. Sebagai organisasi induk regional, AFC sangat berharap agar semua kendala yang ada tidak sampai menghentikan langkah para atlet untuk berkompetisi.